Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diet Sehat ala Rasulullah, Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi?

Diet Sehat ala Rasulullah

Diet sehat adalah salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa. Diet sehat tidak hanya berarti mengatur jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga mengatur waktu dan cara makan yang baik. Diet sehat juga harus sesuai dengan syariat Islam, yang mengajarkan tentang halal dan haram, serta sunnah dan makruh.

Salah satu contoh diet sehat yang sesuai dengan syariat Islam adalah diet sehat ala Rasulullah. Diet sehat ala Rasulullah adalah diet yang mengikuti pola makan dan minum yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan uswah hasanah bagi umat Islam. Diet sehat ala Rasulullah tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga untuk kesehatan jiwa dan ruh.

Apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi dalam diet sehat ala Rasulullah? Simak sebagai berikut:

Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Makanan yang boleh dikonsumsi dalam diet sehat ala Rasulullah adalah makanan yang halal, baik, dan bermanfaat. Makanan yang halal adalah makanan yang tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah SWT, seperti babi, darah, bangkai, khamr, dll. Makanan yang baik adalah makanan yang bersih, segar, dan berkualitas. Makanan yang bermanfaat adalah makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dll.

Beberapa contoh makanan yang boleh dikonsumsi dalam diet sehat ala Rasulullah adalah:

  • Kurma: Rasulullah sangat menyukai kurma sebagai makanan favoritnya. Kurma mengandung banyak manfaat, seperti memberi energi, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, mencegah anemia, dll. Rasulullah biasa memakan kurma saat sahur, berbuka, atau sebagai camilan.

  • Madu: Madu adalah makanan yang sangat disukai oleh Rasulullah. Madu mengandung banyak manfaat, seperti menyembuhkan luka, mengatasi batuk, menurunkan kolesterol, meningkatkan kecerdasan, dll. Rasulullah biasa meminum madu sebagai obat atau campuran minuman.

  • Susu: Susu adalah makanan yang sangat disukai oleh Rasulullah. Susu mengandung banyak manfaat, seperti memperkuat tulang, gigi, dan otot, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah osteoporosis, dll. Rasulullah biasa meminum susu sebagai minuman utama atau campuran minuman.

  • Roti: Roti adalah makanan yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah. Roti mengandung banyak manfaat, seperti memberi energi, mengenyangkan, mengandung serat, dll. Rasulullah biasa memakan roti sebagai makanan pokok atau lauk.

  • Daging: Daging adalah makanan yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah. Daging mengandung banyak manfaat, seperti mengandung protein, zat besi, zinc, dll. Rasulullah biasa memakan daging sebagai lauk atau hidangan istimewa.

  • Sayur dan buah: Sayur dan buah adalah makanan yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah. Sayur dan buah mengandung banyak manfaat, seperti mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dll. Rasulullah biasa memakan sayur dan buah sebagai lauk, salad, atau jus.

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam diet sehat ala Rasulullah adalah makanan yang haram, buruk, dan berbahaya. Makanan yang haram adalah makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh Allah SWT, seperti babi, darah, bangkai, khamr, dll. 

Makanan yang buruk adalah makanan yang kotor, busuk, dan berkualitas rendah. Makanan yang berbahaya adalah makanan yang mengandung zat-zat yang merugikan tubuh, seperti pengawet, pewarna, pemanis, dll.

Beberapa contoh makanan yang tidak boleh dikonsumsi dalam diet sehat ala Rasulullah adalah:

  • Babi: Babi adalah makanan yang haram dan najis, yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Babi mengandung banyak bahaya, seperti mengandung cacing, bakteri, virus, dll. Babi juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti kolesterol tinggi, jantung, kanker, dll. Allah Ta’ala berfirman, “Haram bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi…” (QS. Al-Maidah 5: 3)

  • Darah: Darah adalah makanan yang haram dan najis, yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Darah mengandung banyak bahaya, seperti mengandung racun, kuman, penyakit, dll. Darah juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti anemia, infeksi, dll.

  • Bangkai: Bangkai adalah makanan yang haram dan najis, yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Bangkai mengandung banyak bahaya, seperti mengandung bau, busuk, bakteri, dll. Bangkai juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti keracunan, diare, dll.

  • Khamr: Khamr adalah makanan yang haram dan najis, yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Khamr adalah minuman yang mengandung alkohol, yang dapat memabukkan dan merusak akal. Khamr mengandung banyak bahaya, seperti mengandung racun, zat adiktif, dll. Khamr juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti sirosis hati, kanker, dll.

  • Makanan olahan: Makanan olahan adalah makanan yang buruk dan berbahaya, yang sebaiknya dihindari oleh umat Islam. Makanan olahan adalah makanan yang telah diproses dengan cara yang tidak alami, seperti dengan menggunakan pengawet, pewarna, pemanis, dll. Makanan olahan mengandung banyak bahaya, seperti mengandung zat-zat kimia, kalori, gula, garam, dll. Makanan olahan juga dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dll.

Cara Makan yang Baik

Selain mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, diet sehat ala Rasulullah juga mengatur cara makan yang baik. Cara makan yang baik adalah cara makan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah, yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh dan jiwa. Cara makan yang baik juga harus sesuai dengan syariat Islam, yang mengajarkan tentang adab, etika, dan doa.

Beberapa contoh cara makan yang baik dalam diet sehat ala Rasulullah adalah:

  • Makan dengan tangan kanan: Makan dengan tangan kanan adalah sunnah Rasulullah, yang menunjukkan kebersihan, kesopanan, dan kehormatan. Makan dengan tangan kanan juga dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan rasa syukur, mengontrol porsi, dan merangsang pencernaan.

  • Makan dengan bersama-sama: Makan dengan bersama-sama adalah sunnah Rasulullah, yang menunjukkan kebersamaan, kekeluargaan, dan kecintaan. Makan dengan bersama-sama juga dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan rasa bahagia, mengurangi stres, dan mempererat hubungan.

  • Makan dengan beradab: Makan dengan beradab adalah sunnah Rasulullah, yang menunjukkan ketaatan, ketundukan, dan keikhlasan. Makan dengan beradab juga dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan keberkahan. Beberapa contoh adab makan adalah:

    • Membaca basmalah sebelum makan
    • Membaca hamdalah setelah makan
    • Makan dari sisi yang dekat
    • Tidak makan berlebihan
    • Tidak makan sambil berdiri, berjalan, atau berbicara
    • Tidak mengkritik atau membuang makanan
    • Membersihkan sisa makanan dari piring dan tangan

Kesimpulan

Diet sehat ala Rasulullah adalah diet yang mengikuti pola makan dan minum yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan uswah hasanah bagi umat Islam. Diet sehat ala Rasulullah tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga untuk kesehatan jiwa dan ruh. Diet sehat ala Rasulullah mengatur jenis, jumlah, waktu, dan cara makan yang baik, yang sesuai dengan syariat Islam. Diet sehat ala Rasulullah juga mengajarkan tentang halal dan haram, serta sunnah dan makruh.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam menjalankan diet sehat ala Rasulullah. Selamat mencoba!