Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Merawat dan Menjaga Drone agar Tetap Awet dan Berkualitas

Cara Merawat dan Menjaga Drone agar Tetap Awet dan Berkualitas

Drone merupakan pesawat terbang tanpa awak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control atau smartphone. 

Drone memiliki berbagai fungsi dan manfaat, baik untuk kegiatan hobi, fotografi, videografi, industri, pertanian, militer, dan lain sebagainya. 

Namun, agar drone tetap awet dan berkualitas, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan secara rutin dan tepat. Dalam artikel ini, akan dijelaskan beberapa cara merawat dan menjaga drone agar tetap awet dan berkualitas.

1. Lakukan pemeriksaan sebelum terbang

Sebelum menerbangkan drone, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi drone dan komponen-komponennya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa drone dalam keadaan siap dan aman untuk terbang. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Memeriksa baut-baut dan sekrup-sekrup yang menghubungkan komponen drone, pastikan tidak ada yang kendor atau lepas.

  • Memeriksa baterai drone dan remote control, pastikan sudah terisi penuh dan terpasang dengan benar.

  • Memeriksa baling-baling drone, pastikan tidak ada yang patah, bengkok, atau retak. Jika ada, ganti dengan yang baru.

  • Memeriksa kamera drone, pastikan tidak ada debu, kotoran, atau goresan pada lensa. Jika ada, bersihkan dengan kain lembut atau pembersih lensa non-alkohol.

  • Memeriksa sensor dan GPS drone, pastikan bekerja dengan baik dan akurat. Jika perlu, lakukan kalibrasi GPS dengan cara memutar drone beberapa kali di berbagai arah sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh buku panduan atau aplikasi.

2. Pilih tempat, cuaca, dan waktu yang tepat untuk terbang

Tempat, cuaca, dan waktu adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan stabilitas drone saat terbang. Oleh karena itu, sebaiknya pilih tempat, cuaca, dan waktu yang tepat untuk menerbangkan drone, yaitu:

  • Pilih tempat yang luas, datar, dan tidak banyak rintangan, seperti gedung, pohon, tiang listrik, atau orang. Tempat yang luas akan memudahkan untuk mengendalikan drone dan menghindari tabrakan.

    Tempat yang datar akan memudahkan untuk lepas landas dan mendarat. Tempat yang tidak banyak rintangan akan menghindari risiko kerusakan drone atau cedera orang.

  • Pilih cuaca yang cerah, kering, dan tidak berangin. Cuaca yang cerah akan memberikan pencahayaan yang baik untuk mengambil gambar atau video.

    Cuaca yang kering akan menghindari kerusakan drone akibat air atau kelembaban. Cuaca yang tidak berangin akan menjaga drone tetap stabil dan tidak terbawa angin.

  • Tentukan waktu cuaca tidak panas dan dingin. Waktu yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin akan menjaga suhu drone tetap optimal dan tidak mempengaruhi kinerja baterai atau komponen lainnya. Waktu yang ideal untuk menerbangkan drone adalah pagi atau sore hari, ketika suhu tidak terlalu ekstrem.

3. Gunakan fitur dan teknik penerbangan yang sesuai

Drone memiliki berbagai fitur dan teknik penerbangan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, tidak semua fitur dan teknik penerbangan cocok untuk setiap situasi. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan fitur dan teknik penerbangan yang sesuai dengan tujuan dan kondisi saat menerbangkan drone, yaitu:

  • Manfaatkanlah fitur kembali ke titik awal. Fitur ini memungkinkan drone untuk secara otomatis kembali ke titik awal jika terjadi kendala, seperti putusnya sinyal, kehabisan baterai, atau hilangnya drone.

    Fitur ini sangat berguna bagi pemula yang belum mahir dalam mengoperasikan drone. Pastikan fitur ini telah diaktifkan sebelum mengoperasikan drone dan memahami cara penggunaannya.

  • Gunakan fitur obstacle avoidance. Fitur obstacle avoidance adalah fitur yang memungkinkan drone untuk menghindari rintangan yang ada di depannya secara otomatis.

    Fitur ini sangat berguna untuk menerbangkan drone di tempat yang banyak rintangan, seperti hutan, kota, atau gedung. Fitur ini juga bisa meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko tabrakan.

  • Gunakan fitur follow me. Fitur follow me adalah fitur yang memungkinkan drone untuk mengikuti objek yang ditentukan, seperti orang, kendaraan, atau hewan.

    Fitur ini sangat berguna untuk mengambil gambar atau video yang dinamis dan menarik, tanpa harus mengendalikan drone secara manual. Fitur ini juga bisa digunakan untuk bermain atau berolahraga bersama drone.

  • Gunakan teknik hover. Teknik hover adalah teknik untuk membuat drone tetap diam di udara tanpa bergerak ke arah manapun.

    Teknik ini sangat berguna untuk mempelajari kontrol dasar drone, seperti throttle, yaw, pitch, dan roll. Teknik ini juga bisa digunakan untuk mengambil gambar atau video yang stabil dan jelas.

  • Gunakan teknik bermanuver. Teknik bermanuver adalah teknik untuk membuat drone bergerak ke berbagai arah dengan cepat dan lincah.

    Teknik ini sangat berguna untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman menerbangkan drone, serta menghasilkan gambar atau video yang unik dan kreatif. Teknik ini juga bisa digunakan untuk berbalapan atau bersenang-senang bersama drone.

4. Bersihkan drone setelah terbang

Setelah selesai menerbangkan drone, sangat penting untuk membersihkan drone dari debu, kotoran, atau air yang mungkin menempel pada drone. Pembersihan ini bertujuan untuk menjaga drone tetap bersih dan tidak rusak akibat kotoran yang masuk ke dalam komponen drone. Pembersihan ini meliputi:

  • Menggunakan kain lembut, sikat, atau alat pembersih lainnya untuk membersihkan bagian luar drone, seperti body, baling-baling, dan kamera. Jika ada debu, kotoran, atau goresan pada lensa kamera, gunakan pembersih lensa non-alkohol untuk membersihkannya.

  • Menggunakan kompresor udara portabel atau alat tiup lainnya untuk membersihkan bagian dalam drone, seperti motor, sensor, dan GPS. Jika ada partikel-partikel kecil yang menyelip di dalam drone, gunakan alat tiup untuk mengeluarkannya.

  • Mengeringkan drone jika terkena air atau kelembaban. Jika drone terkena air atau kelembaban, segera matikan drone dan lepaskan baterai.

    Kemudian keringkan drone dengan kain atau tisu kering, atau biarkan di tempat yang kering dan terangsinar matahari. Jangan menghidupkan drone jika masih basah, karena bisa menyebabkan korsleting atau kerusakan.

5. Simpan drone di tempat yang kering dan aman

Setelah membersihkan drone, langkah terakhir adalah menyimpan drone di tempat yang kering dan aman. Penyimpanan ini bertujuan untuk menjaga drone tetap dalam kondisi baik dan tidak terkena dampak buruk dari lingkungan. Penyimpanan ini meliputi:

  • Menggunakan tas atau kotak khusus untuk menyimpan drone. Tas atau kotak khusus untuk drone biasanya terbuat dari bahan yang tahan benturan, air, dan debu, serta memiliki sekat-sekat yang bisa menampung drone dan komponen-komponennya dengan rapi.

    Jika tidak memiliki tas atau kotak khusus, gunakan bahan pelindung lainnya, seperti kain, busa, atau plastik, untuk membungkus drone dan komponen-komponennya.

  • Menyimpan drone di tempat yang kering, bersih, dan terlindung dari panas, lembab, atau debu. Tempat yang kering, bersih, dan terlindung akan menjaga drone dari kerusakan akibat air, kelembaban, atau kotoran.

    Tempat yang terlindung juga akan menjaga drone dari paparan sinar matahari langsung, yang bisa mempengaruhi warna, bentuk, atau suhu drone.

  • Menyimpan drone dalam keadaan mati dan terpisah dari baterai. Menyimpan drone dalam keadaan mati akan menghindari konsumsi daya yang tidak perlu dan memperpanjang umur baterai.

    Menyimpan drone terpisah dari baterai akan menghindari risiko korsleting atau kebakaran akibat hubungan arus listrik yang tidak stabil .

6. Lakukan perawatan berkala dan perbaikan jika diperlukan

Selain melakukan perawatan setiap kali selesai menerbangkan drone, sebaiknya juga melakukan perawatan berkala dan perbaikan jika diperlukan. Perawatan berkala dan perbaikan ini bertujuan untuk menjaga performa dan kualitas drone agar tetap optimal. Perawatan berkala dan perbaikan ini meliputi:

  • Mengganti baterai, baling-baling, atau komponen lain yang sudah aus atau rusak. Baterai, baling-baling, atau komponen lain yang sudah aus atau rusak akan mengurangi kinerja dan stabilitas drone.

    Oleh karena itu, sebaiknya ganti dengan yang baru jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti bocor, retak, patah, atau berkarat.

  • Melakukan update firmware atau perangkat lunak drone. Firmware atau perangkat lunak drone adalah program yang mengatur fungsi dan kinerja drone.

    Melakukan update firmware atau perangkat lunak drone akan memperbaiki bug atau kesalahan yang ada, serta menambah fitur atau kemampuan baru yang bisa meningkatkan pengalaman menerbangkan drone.

    Untuk melakukan update firmware atau perangkat lunak drone, sebaiknya ikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen atau pemasok drone.

  • Menghubungi layanan purna jual atau teknisi profesional jika terjadi kerusakan yang serius atau sulit diperbaiki.

    Jika drone mengalami kerusakan yang serius atau sulit diperbaiki, seperti tidak bisa terbang, tidak bisa terhubung, atau tidak bisa mengambil gambar atau video, sebaiknya hubungi layanan purna jual atau teknisi profesional yang bisa menangani masalah tersebut.

    Jangan mencoba memperbaiki sendiri, karena bisa memperparah kerusakan atau menyebabkan kecelakaan.


Demikianlah cara merawat dan menjaga drone agar tetap awet dan berkualitas. Semoga cara ini bermanfaat dan membantu dalam menjaga drone tetap dalam kondisi terbaik. Selamat merawat dan terbang bersama drone.