Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review iPhone Air

Review iPhone Air

Salah satu iPhone paling unik dan beda dari biasanya akhirnya resmi dirilis — yup, iphone air! Seri terbaru dari Apple ini hadir bukan cuma buat jadi pelengkap dari iPhone 17 series, tapi punya identitas sendiri yang kuat. Desainnya super ramping, bobotnya ringan, dan tampilannya futuristik banget. Nggak heran kalau iPhone Air langsung jadi pusat perhatian sejak pertama kali diumumkan.

Desain Paling Tipis Sepanjang Sejarah iPhone

Apple bener-bener serius main di desain. iPhone Air cuma setebal 5,6 mm — ini bahkan lebih tipis dari iPad Mini! Materialnya dari titanium yang bikin bodinya tetap kokoh meskipun ramping. Ketika dipegang, feel-nya mewah, ringan, dan nyaman banget buat dipakai lama-lama.

Di bagian depan dan belakang, Apple pakai Ceramic Shield generasi baru. Jadi meskipun desainnya tipis, urusan ketahanan gores tetap aman. Bagian paling mencolok adalah kamera belakangnya yang cuma satu. Simpel, elegan, dan beda dari iPhone Pro yang penuh lensa.

Layar OLED Super Tajam dengan ProMotion

iPhone Air dibekali layar OLED 6,5 inci yang udah support ProMotion alias refresh rate 120Hz. Gerakan di layar jadi mulus banget, apalagi pas scrolling medsos atau main game. Buat nonton film, layarnya juga support HDR10 dan Dolby Vision, jadi tampilan warnanya hidup banget.

Tingkat kecerahannya bisa sampai 3000 nits, bikin layar tetap jelas walau di bawah matahari langsung. Ada juga fitur Always-On Display yang berguna banget buat intip jam atau notifikasi tanpa harus nyalain layar terus.

Performa Kencang dengan Chip A19 Pro

Soal performa, iPhone Air nggak main-main. Ditenagai chip A19 Pro, yang sama dipakai di iPhone 17 Pro. Buat multitasking, main game berat, atau edit video 4K, semuanya dilibas tanpa lag. RAM dan penyimpanannya juga besar, mulai dari 256GB, jadi nggak perlu khawatir soal memori penuh.

Kinerja chip ini juga bikin iPhone Air tetap efisien, meskipun baterainya nggak segede iPhone Pro Max. Buat pengguna harian yang butuh kecepatan tanpa kompromi, performa iPhone Air udah lebih dari cukup.

Kamera 48MP yang Fokus ke Simplicity

Nggak kayak iPhone 17 Pro yang punya tiga lensa, iPhone Air cuma pakai satu kamera belakang 48MP. Tapi jangan salah, kualitas fotonya tetap tajam, warna akurat, dan detailnya tinggi. Apalagi udah didukung Smart HDR dan Night Mode buat hasil maksimal di kondisi low light.

Kekurangannya, nggak ada kamera ultrawide, telephoto, atau makro. Jadi buat yang suka eksplorasi fotografi, fitur kameranya agak terbatas. Tapi buat pemotretan harian, hasilnya udah cakep banget.

Kamera Selfie Cerdas dengan Center Stage

Di bagian depan, ada kamera 18MP yang dilengkapi teknologi Center Stage. Kamera ini bisa ngikutin wajah saat panggilan video atau rekaman. Cocok buat konten kreator yang suka bikin vlog atau meeting online sambil gerak-gerak.

Ada juga fitur dual capture, yang memungkinkan rekam dengan kamera depan dan belakang sekaligus. Buat bikin konten story atau daily vlog, fitur ini lumayan asik dan praktis.

eSIM Only, Siap atau Belum?

Salah satu keputusan kontroversial di iPhone Air adalah hilangnya slot kartu SIM fisik. Apple sepenuhnya pakai eSIM. Buat pengguna di kota besar yang udah support eSIM, ini mungkin bukan masalah. Tapi buat yang sering gonta-ganti kartu atau tinggal di daerah yang belum dukung eSIM, ini bisa jadi kendala.

Sistem eSIM memang rapi dan simpel, tapi masih butuh waktu sebelum semua provider lokal benar-benar optimal support-nya.

Daya Tahan Baterai Lumayan Tapi Bukan Terbaik

Dengan ketebalan super ramping, kapasitas baterainya sekitar 3149 mAh. Nggak terlalu besar, tapi Apple berhasil bikin efisien banget. Dalam tes pemakaian, iPhone Air bisa tahan sekitar 12 jam untuk aktivitas ringan hingga sedang.

Buat streaming video selama 5 jam, sisa baterainya masih 81%. Ini nunjukin kalau manajemen dayanya cukup oke. Tapi jangan berharap daya tahan sekelas iPhone 17 Pro Max, karena secara ukuran baterai jelas kalah.

Suhu Cepat Naik Saat Dipakai Maksimal

Karena bodinya super tipis, sistem pendingin internal juga terbatas. Pas dipakai buat gaming berat atau rekam video lama, bagian atas hape bisa terasa hangat banget. Ini wajar, tapi bisa mengganggu kalau dipakai dalam durasi panjang.

Pengguna yang sering pakai hape buat kerja berat mungkin bakal lebih nyaman dengan model Pro yang punya manajemen suhu lebih baik.

Kualitas Audio Kurang Greget

Speaker iPhone Air termasuk salah satu aspek yang dikritik reviewer. Suaranya cenderung datar, nggak se-immersive iPhone lain yang punya speaker stereo lebih besar. Bass-nya juga kurang nendang.

Buat yang suka dengerin musik langsung dari speaker, kualitas ini mungkin kurang memuaskan. Tapi kalau pakai AirPods atau headset Bluetooth, masalah ini hampir nggak terasa.

Harga dan Pilihan Warna iPhone Air

iPhone Air dibanderol mulai dari USD 999 (sekitar Rp15 jutaan), tergantung kurs dan pajak lokal. Dengan harga segitu, yang didapat adalah desain revolusioner, performa flagship, dan fitur khas Apple.

Ada beberapa pilihan warna yang stylish dan elegan:

  • Midnight Titanium
  • Silver Titanium
  • Sky Blue
  • Rose Beige

Cocok Buat Siapa?

iPhone Air cocok buat pengguna yang suka desain tipis dan ringan, penggemar iPhone yang ingin tampil beda, atau siapa aja yang butuh performa tinggi tanpa banyak gimmick. Tapi buat yang cari kamera lengkap, baterai tahan lama, atau butuh SIM fisik, mungkin perlu pikir dua kali sebelum pilih ini.

Spesifikasi Singkat iPhone Air

  • Dimensi: 5,6 mm, berat 165 gram
  • Layar: 6,5 inci OLED, 120Hz, HDR10, Dolby Vision
  • Chipset: Apple A19 Pro
  • RAM/Penyimpanan: 256GB (varian dasar)
  • Kamera belakang: 48MP (single camera)
  • Kamera depan: 18MP, Center Stage
  • Baterai: ~3149 mAh, pengisian cepat
  • SIM: eSIM Only
  • Konektivitas: Wi-Fi 7, Bluetooth 6, USB-C