Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknik Trading Saham dengan Indikator Teknikal

Teknik Trading Saham dengan Indikator Teknikal

Trading saham adalah aktivitas membeli dan menjual saham dalam jangka waktu pendek untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham. 

Trading saham membutuhkan analisis yang tepat untuk menentukan saham apa yang harus dibeli, kapan harus membeli, dan kapan harus menjual. Salah satu cara untuk melakukan analisis adalah dengan menggunakan indikator teknikal.

Apa itu Indikator Teknikal?

Indikator teknikal adalah alat bantu yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga saham dengan menggunakan data statistik, seperti grafik dan rumus matematis. Indikator teknikal bertujuan untuk mengukur momentum, tren, volatilitas, dan kekuatan pasar. Indikator teknikal juga dapat memberikan sinyal beli atau jual saham berdasarkan kondisi pasar saat ini dan histori harga di masa lalu.

Jenis-Jenis Indikator Teknikal

Terdapat banyak jenis indikator teknikal yang dapat digunakan untuk trading saham. Namun, secara umum, indikator teknikal dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu indikator tren dan indikator osilator.

Indikator Tren

Indikator tren adalah indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi arah dan kekuatan dari pergerakan harga saham. Indikator tren dapat membantu trader untuk mengikuti tren yang sedang terjadi dan menghindari trading melawan arah tren. Beberapa contoh indikator tren adalah:

  • Moving Average (MA): adalah rata-rata pergerakan harga saham dalam periode waktu tertentu. MA dapat digunakan untuk menentukan tren, support, dan resistance. Ada beberapa jenis MA, seperti Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), dan Weighted Moving Average (WMA).

  • Bollinger Bands: adalah indikator yang terdiri dari tiga garis, yaitu garis tengah yang merupakan MA, dan dua garis luar yang merupakan standar deviasi dari MA. BB dapat digunakan untuk mengukur volatilitas dan menentukan range pergerakan harga saham.

  • Parabolic SAR (PSAR): adalah indikator yang berupa titik-titik yang muncul di atas atau di bawah grafik harga saham. PSAR dapat digunakan untuk menentukan titik balik dari tren dan memberikan sinyal beli atau jual saham.

Indikator Osilator

Indikator osilator adalah indikator yang digunakan untuk mengukur keadaan pasar, apakah overbought (terlalu mahal) atau oversold (terlalu murah). Indikator osilator dapat membantu trader untuk menemukan peluang trading saat pasar berada di kondisi ekstrem. Beberapa contoh indikator osilator adalah:

  • Relative Strength Index (RSI): adalah indikator yang mengukur kekuatan relatif dari pergerakan harga saham dalam rentang 0-100. RSI dapat digunakan untuk menentukan kondisi overbought atau oversold. Umumnya, jika RSI di atas 70, maka pasar dianggap overbought, dan jika RSI di bawah 30, maka pasar dianggap oversold.

  • Stochastic Oscillator (STOCH): adalah indikator yang mengukur posisi harga saham terhadap range pergerakan harga saham dalam periode waktu tertentu. STOCH juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi overbought atau oversold. Umumnya, jika STOCH di atas 80, maka pasar dianggap overbought, dan jika STOCH di bawah 20, maka pasar dianggap oversold.

  • Moving Average Convergence Divergence (MACD): adalah indikator yang terdiri dari dua garis, yaitu garis MACD yang merupakan selisih antara dua EMA, dan garis sinyal yang merupakan EMA dari garis MACD.

    MACD dapat digunakan untuk mengukur momentum dan memberikan sinyal beli atau jual saham. Umumnya, jika garis MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas, maka merupakan sinyal beli, dan jika sebaliknya, maka merupakan sinyal jual.

Cara Menggunakan Indikator Teknikal

Untuk menggunakan indikator teknikal dalam trading saham, ada beberapa langkah yang dapat diikuti, yaitu:

  • Mengenali tren yang sedang terjadi di chart

    Trader dapat menggunakan indikator tren, seperti MA, BB, atau PSAR, untuk mengetahui arah dan kekuatan dari pergerakan harga saham. Trader sebaiknya mengikuti arah tren dan menghindari trading melawan tren.

  • Menentukan support dan resistance

    Support adalah level harga terendah yang dapat menahan harga saham untuk tidak turun lebih jauh, sedangkan resistance adalah level harga tertinggi yang dapat menahan harga saham untuk tidak naik lebih tinggi.

    Trader dapat menggunakan indikator tren, seperti MA atau BB, untuk menentukan support dan resistance. Trader sebaiknya membeli saham saat harga mendekati support dan menjual saham saat harga mendekati resistance.

  • Memanfaatkan adanya moving average

    Moving average adalah indikator yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menentukan tren, support, resistance, dan sinyal beli atau jual saham. Trader dapat menggunakan beberapa MA dengan periode yang berbeda, seperti MA 20, MA 50, dan MA 200, untuk melihat pergerakan harga saham dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Trader sebaiknya membeli saham saat harga berada di atas MA dan menjual saham saat harga berada di bawah MA. Trader juga dapat memperhatikan persilangan antara MA dengan periode yang berbeda, yang dapat menunjukkan perubahan tren.

  • Melakukan filtering dengan indikator osilator

    Indikator osilator adalah indikator yang dapat digunakan untuk menemukan peluang trading saat pasar berada di kondisi ekstrem, yaitu overbought atau oversold. Trader dapat menggunakan indikator osilator, seperti RSI, STOCH, atau MACD, untuk mengukur keadaan pasar dan memberikan sinyal beli atau jual saham.

    Trader sebaiknya membeli saham saat pasar berada di kondisi oversold dan menjual saham saat pasar berada di kondisi overbought. Trader juga dapat memperhatikan divergensi antara indikator osilator dengan pergerakan harga saham, yang dapat menunjukkan pelemahan tren.

  • Menentukan stop loss dan target profit

    Stop loss adalah level harga yang ditetapkan untuk menutup posisi trading saat harga bergerak berlawanan dengan prediksi, sehingga dapat membatasi kerugian. Target profit adalah level harga yang ditetapkan untuk menutup posisi trading saat harga bergerak sesuai dengan prediksi, sehingga dapat mengambil keuntungan.

    Trader dapat menggunakan indikator teknikal, seperti support, resistance, atau MA, untuk menentukan stop loss dan target profit. Trader sebaiknya menetapkan stop loss dan target profit sebelum melakukan trading dan disiplin untuk mengikutinya.


Indikator teknikal adalah alat bantu yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga saham dengan menggunakan data statistik, seperti grafik dan rumus matematis. Indikator teknikal dapat membantu trader untuk mengukur momentum, tren, volatilitas, dan kekuatan pasar, serta memberikan sinyal beli atau jual saham. 

Ada banyak jenis indikator teknikal yang dapat digunakan untuk trading saham, namun secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu indikator tren dan indikator osilator. Untuk menggunakan indikator teknikal dalam trading saham, trader dapat mengikuti beberapa langkah, seperti mengenali tren, menentukan support dan resistance, memanfaatkan adanya moving average, melakukan filtering dengan indikator osilator, dan menentukan stop loss dan target profit. 

Indikator teknikal dapat menjadi alat yang berguna untuk trading saham, namun trader juga harus memperhatikan faktor-faktor lain, seperti analisis fundamental, berita pasar, dan psikologi trading.