Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DJI Air 3S Review: Keunggulan Kamera, Fitur Pintar, dan Performa di Udara

DJI Air 3S Review: Keunggulan Kamera, Fitur Pintar, dan Performa di Udara

Bayangkan bisa merekam hamparan pegunungan, garis pantai, atau suasana perkotaan dari sudut pandang yang sulit dijangkau kamera biasa. Hasilnya bukan sekadar video dari ketinggian, tetapi visual dengan perspektif yang mampu membuat sebuah konten terlihat jauh lebih menarik. Itulah pengalaman yang ingin ditawarkan DJI Air 3S, salah satu drone kamera kelas premium dari DJI.

DJI Air 3S hadir dengan pendekatan yang cukup menarik. Alih-alih hanya meningkatkan resolusi kamera, DJI membekalinya dengan sistem kamera ganda, sensor utama berukuran 1 inci, kamera medium tele 70 mm, serta teknologi penginderaan rintangan yang semakin canggih. Kombinasi tersebut membuatnya menarik untuk fotografer udara, videografer, hingga kreator konten perjalanan.

Namun, spesifikasi tinggi belum tentu otomatis membuat sebuah drone cocok untuk semua orang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kemampuan kamera dalam kondisi minim cahaya, efektivitas sensor penghindar rintangan, durasi baterai, sampai biaya yang harus disiapkan. Karena itu, mari mengenal DJI Air 3S lebih jauh sebelum memutuskan apakah drone ini memang sesuai dengan kebutuhan.

Mengenal DJI Air 3S dan Posisi di Keluarga Drone DJI

DJI Air 3S merupakan drone kamera lipat yang dikembangkan untuk pengguna yang menginginkan kualitas pengambilan gambar lebih serius tanpa harus beralih ke drone profesional berukuran besar. Perangkat ini merupakan penerus DJI Air 3 dengan sejumlah peningkatan pada sistem kamera, penginderaan lingkungan, dan fitur penerbangan pintar.

Perubahan paling mencolok terdapat pada kamera utama. DJI Air 3S menggunakan sensor 1 inci CMOS dengan resolusi efektif 50 MP, sedangkan DJI Air 3 menggunakan sensor 1/1,3 inci CMOS beresolusi 48 MP pada kamera wide-angle. Perbedaan ukuran sensor tersebut menjadi salah satu alasan Air 3S lebih menarik untuk pengguna yang sering merekam pemandangan saat matahari terbit, menjelang senja, atau dalam kondisi pencahayaan yang tidak terlalu ideal.

DJI juga mempertahankan pendekatan kamera ganda. Jadi, pengguna tidak hanya memperoleh kamera wide-angle, tetapi juga kamera medium tele yang memiliki panjang fokus ekuivalen 70 mm. Dua perspektif ini memberikan keleluasaan lebih besar saat membuat komposisi foto maupun video.

Dari sisi keselamatan, kehadiran LiDAR menghadap ke depan menjadi pembaruan penting. Teknologi ini mendukung kemampuan penginderaan rintangan dalam kondisi malam tertentu, sesuatu yang menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan DJI Air 3.

Spesifikasi DJI Air 3S yang Perlu Diketahui

Sebelum membahas fitur satu per satu, memahami spesifikasi DJI Air 3S bisa membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan perangkat ini. Berikut rincian spesifikasi utama berdasarkan dokumentasi resmi DJI.

Komponen Spesifikasi DJI Air 3S
Berat lepas landas Sekitar 724 gram
Kamera utama 1 inci CMOS, 50 MP efektif
Kamera medium tele 1/1,3 inci CMOS, 48 MP efektif
Focal length utama 24 mm ekuivalen
Focal length medium tele 70 mm ekuivalen
Aperture kamera utama f/1.8
Aperture kamera tele f/2.8
Video maksimal 4K hingga 120 fps
Video vertikal 2.7K hingga 60 fps
Profil warna D-Log M dan HLG 10-bit
Stabilisasi Gimbal mekanis 3 sumbu
Waktu terbang maksimal 45 menit berdasarkan pengujian DJI
Penyimpanan internal 42 GB
Sistem transmisi DJI O4
Sistem navigasi GPS, Galileo, dan BeiDou
Penginderaan rintangan Omnidirectional Vision System, LiDAR depan, dan sensor inframerah bawah
Ketahanan angin maksimal 12 m/s berdasarkan spesifikasi DJI

Ada satu hal yang perlu dipahami dari tabel tersebut. Angka megapiksel, resolusi video, dan waktu terbang merupakan spesifikasi teknis, bukan jaminan bahwa setiap hasil pengambilan gambar akan selalu sempurna. Kualitas akhir tetap dipengaruhi pencahayaan, pengaturan kamera, kondisi cuaca, keterampilan pilot, dan proses pengeditan.

Review Kamera DJI Air 3S: Apakah Sensor 1 Inci Benar-Benar Penting?

Bagian kamera menjadi alasan kuat mengapa DJI Air 3S menarik untuk dibahas. Perangkat ini memiliki dua kamera dengan karakter berbeda. Keduanya bukan sekadar tambahan untuk memperbesar angka spesifikasi, tetapi menawarkan pilihan perspektif yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengambilan gambar.

Kamera Wide-Angle 50 MP dengan Sensor 1 Inci

Kamera utama DJI Air 3S menggunakan sensor 1 inci CMOS dengan resolusi efektif 50 MP. Lensa yang digunakan memiliki panjang fokus ekuivalen 24 mm dan aperture f/1.8. Kombinasi ini cocok untuk mengambil pemandangan luas, kawasan perkotaan, garis pantai, hingga dokumentasi perjalanan.

Ukuran sensor menjadi faktor penting karena berhubungan dengan kemampuan kamera menangkap cahaya. Secara umum, sensor yang lebih besar memiliki potensi mengumpulkan lebih banyak informasi cahaya dibandingkan sensor yang lebih kecil dengan teknologi dan kondisi pengambilan gambar sebanding.

Manfaatnya bisa terasa ketika merekam pemandangan saat sore hari. Area bayangan dan bagian yang terkena cahaya terang sering kali memiliki perbedaan pencahayaan cukup besar. Sensor utama Air 3S, bersama pemrosesan gambar yang digunakan DJI, dirancang untuk membantu mempertahankan detail dalam situasi tersebut.

DJI mengklaim kamera utamanya memiliki rentang dinamis video hingga 14 stop dalam kondisi dan pengaturan yang ditentukan. Angka ini menarik bagi pengguna yang terbiasa melakukan color grading. Namun, rentang dinamis bukan berarti kamera selalu bisa mempertahankan seluruh detail pada setiap kondisi ekstrem.

Untuk penggunaan sehari-hari, kamera wide-angle lebih cocok ketika ingin menampilkan keseluruhan suasana lokasi. Misalnya, merekam hamparan sawah, pantai, pegunungan, atau bangunan dari jarak tertentu.

Kamera Medium Tele 48 MP dengan Lensa 70 mm

Kamera kedua menggunakan sensor 1/1,3 inci CMOS dengan resolusi efektif 48 MP. Lensa ekuivalen 70 mm dan aperture f/2.8 memberikan sudut pandang yang lebih sempit dibandingkan kamera utama.

Perbedaan panjang fokus tersebut bukan hanya soal memperbesar objek. Kamera medium tele dapat membantu menghasilkan komposisi yang lebih terfokus dan memberikan kesan perspektif berbeda. Contohnya, ketika ingin merekam satu bangunan di antara deretan gedung atau menonjolkan objek tertentu dalam sebuah lanskap.

Focal length 70 mm juga berguna untuk menghasilkan tampilan visual yang lebih sinematik. Objek utama bisa terlihat lebih menonjol, sedangkan latar belakang tampak lebih rapat secara perspektif. Efek ini berbeda dari sekadar memperbesar gambar menggunakan zoom digital.

Menariknya, kamera medium tele juga mendukung perekaman video hingga 4K 120 fps. Artinya, pengguna tidak harus selalu memakai kamera utama ketika ingin membuat video gerakan lambat.

Apakah Kamera Ganda Lebih Berguna daripada Satu Kamera?

Jawabannya bergantung pada gaya pengambilan gambar. Kamera tunggal dengan sensor besar memang bisa memberikan kualitas gambar yang bagus, tetapi kamera ganda menawarkan fleksibilitas komposisi yang lebih luas.

Misalnya, saat membuat video perjalanan, kamera utama dapat digunakan untuk memperlihatkan keseluruhan lokasi. Setelah itu, kamera medium tele bisa dimanfaatkan untuk mengambil detail bangunan, kendaraan, atau objek menarik lainnya tanpa harus mengubah posisi drone secara berlebihan.

Bagi kreator konten, kemampuan berpindah perspektif seperti ini dapat membantu menghasilkan video yang tidak monoton. Namun, kedua kamera tetap memiliki karakter sensor dan aperture berbeda sehingga hasilnya tidak selalu identik dalam setiap kondisi pencahayaan.

Kemampuan Video 4K 120 FPS untuk Konten Sinematik

Selain foto beresolusi tinggi, DJI Air 3S menawarkan kemampuan perekaman video yang menarik. Drone ini mendukung resolusi 4K hingga 120 frame per second pada kedua kamera. Mode tersebut dirancang untuk perekaman gerakan lambat atau slow motion.

Frame rate tinggi berguna ketika merekam objek yang bergerak cepat, seperti kendaraan, aktivitas olahraga, ombak, atau pergerakan manusia. Ketika diperlambat dalam proses editing, gerakan akan terlihat lebih detail dibandingkan rekaman dengan frame rate standar.

Namun, ada perbedaan antara merekam 4K 120 fps dan menggunakan video 4K 60 fps. Mode 120 fps lebih cocok untuk adegan yang memang ingin diperlambat, sedangkan 60 fps lebih fleksibel untuk video gerakan normal atau sedikit slow motion.

Profil Warna D-Log M dan HLG

DJI Air 3S mendukung profil warna D-Log M dan HLG 10-bit pada pengaturan yang kompatibel. Fitur ini penting bagi videografer yang ingin mengolah warna secara lebih leluasa setelah proses perekaman.

D-Log M menghasilkan tampilan gambar yang terlihat lebih datar dibandingkan profil warna normal. Tujuannya adalah memberikan ruang pengolahan warna lebih besar ketika melakukan color grading.

Sementara itu, HLG merupakan format yang berkaitan dengan kebutuhan video high dynamic range. Pengguna dapat memanfaatkannya ketika alur produksi dan perangkat pemutaran mendukung format tersebut.

Meski begitu, profil warna 10-bit bukan berarti hasil video otomatis terlihat lebih bagus. Pengguna tetap membutuhkan pemahaman dasar mengenai exposure, white balance, dan pengolahan warna agar hasil akhirnya sesuai dengan konsep visual.

Video Vertikal untuk TikTok, Reels, dan Shorts

Kebutuhan konten vertikal semakin besar karena banyak platform media sosial menggunakan format 9:16. DJI Air 3S mendukung Vertical Shooting dengan resolusi 2.7K hingga 60 fps melalui kedua kameranya.

Fitur ini berguna bagi kreator yang ingin membuat video untuk TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Pengambilan gambar dapat disesuaikan dengan format vertikal tanpa harus selalu mengandalkan pemotongan video horizontal ketika proses editing.

Namun, resolusi video vertikal tersebut perlu diperhatikan. Jika kebutuhan utama adalah produksi video vertikal dengan resolusi 4K, spesifikasi ini mungkin belum memenuhi harapan. Karena itu, sesuaikan format perekaman dengan platform dan standar kualitas konten yang digunakan.

Sensor LiDAR dan Teknologi Penghindaran Rintangan

Salah satu pembaruan yang cukup penting pada DJI Air 3S adalah kehadiran LiDAR yang menghadap ke depan. Teknologi ini bekerja bersama sistem penglihatan omnidirectional untuk membantu drone mengenali objek di sekitarnya.

LiDAR atau Light Detection and Ranging menggunakan pantulan cahaya laser untuk mengukur jarak terhadap objek. Pada Air 3S, sensor tersebut membantu kemampuan penginderaan rintangan, khususnya dalam skenario penerbangan malam yang didukung oleh sistem.

Fitur ini berguna ketika drone digunakan untuk mengambil gambar kawasan perkotaan atau lingkungan dengan banyak objek. Pengguna mendapatkan bantuan tambahan untuk mengenali potensi rintangan selama penerbangan.

Apakah Sensor Ini Membuat Drone Anti Tabrakan?

Tidak. Sistem penghindaran rintangan tetap mempunyai keterbatasan. Kemampuan kamera vision dapat dipengaruhi pencahayaan, tekstur permukaan, transparansi objek, kabut, dan kondisi lingkungan lainnya.

Permukaan kaca, dinding polos, kabel tipis, ranting kecil, atau objek bergerak juga dapat menjadi tantangan bagi sistem penginderaan. Karena itu, sensor keselamatan tidak boleh dianggap sebagai pengganti kemampuan pilot dalam mengendalikan drone.

LiDAR depan membantu menambah informasi jarak, tetapi bukan berarti seluruh objek di semua arah dan kondisi bisa dikenali dengan sempurna. Pengguna tetap harus memeriksa lingkungan sebelum terbang dan menjaga jarak aman dari berbagai rintangan.

Smart RTH: Membantu Drone Kembali ke Titik Awal

Return to Home atau RTH merupakan fitur yang memungkinkan drone kembali ke titik awal penerbangan ketika diperintahkan pengguna atau ketika kondisi tertentu memicu proses tersebut.

DJI Air 3S membawa Next-Generation Smart RTH yang memanfaatkan kemampuan penginderaan lingkungan dan perencanaan jalur penerbangan. Dalam kondisi yang didukung, drone dapat mengingat jalur penerbangan dan memanfaatkan informasi tersebut untuk membantu proses kembali.

Salah satu manfaatnya adalah membantu penerbangan ketika sinyal satelit tidak tersedia pada kondisi tertentu, misalnya di area yang memiliki hambatan terhadap penerimaan sinyal GNSS saat lepas landas. Namun, kemampuan ini tetap bergantung pada kondisi lingkungan dan pencahayaan.

Pengguna juga perlu memahami bahwa RTH bukan tombol yang menjamin drone selalu kembali dengan aman. Jalur pulang, ketinggian RTH, kondisi baterai, cuaca, serta keberadaan rintangan tetap perlu diperhatikan sebelum penerbangan dimulai.

ActiveTrack 360 dan Fitur Pintar untuk Membuat Konten

DJI Air 3S mendukung berbagai fitur penerbangan pintar yang membantu pengguna menghasilkan gambar tanpa harus mengatur setiap gerakan kamera secara manual.

ActiveTrack untuk Mengikuti Subjek

ActiveTrack memungkinkan drone mengikuti subjek tertentu secara otomatis. Fitur ini berguna ketika merekam seseorang yang sedang berjalan, kendaraan, atau aktivitas lain yang didukung sistem pelacakan.

Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membuat video perjalanan, olahraga, maupun aktivitas luar ruangan. Dengan pengaturan yang tepat, drone dapat mempertahankan subjek dalam komposisi gambar ketika bergerak.

Meski demikian, pelacakan otomatis bukan berarti pengguna bisa meninggalkan drone tanpa pengawasan. Perhatikan lingkungan, keberadaan orang lain, dan kemungkinan munculnya rintangan di sepanjang jalur penerbangan.

Free Panorama untuk Foto Pemandangan

Free Panorama memberikan fleksibilitas dalam menentukan area atau subjek yang ingin ditampilkan dalam foto panorama. Sistem akan mengambil beberapa gambar dan menggabungkannya menjadi satu hasil panorama.

Fitur ini menarik untuk fotografi lanskap, terutama ketika ingin menampilkan area yang lebih luas daripada sudut pandang satu foto biasa. Pengguna juga bisa menentukan komposisi sesuai kebutuhan, bukan hanya terpaku pada pilihan panorama standar.

QuickShots, MasterShots, dan Hyperlapse

Selain fitur utama, DJI Air 3S mendukung mode pengambilan gambar otomatis seperti QuickShots, MasterShots, dan Hyperlapse. Setiap mode memiliki karakter penggunaan berbeda.

  • QuickShots: Membantu membuat gerakan kamera otomatis untuk menghasilkan klip pendek dengan komposisi tertentu.
  • MasterShots: Menggabungkan beberapa pola gerakan kamera untuk menghasilkan rangkaian video otomatis.
  • Hyperlapse: Membantu membuat video perubahan waktu dengan pergerakan kamera tertentu.

Mode tersebut cocok untuk pengguna yang ingin menghasilkan variasi visual tanpa harus menguasai seluruh teknik manuver drone. Namun, pemilihan lokasi dan pemeriksaan lingkungan tetap menjadi bagian penting sebelum fitur otomatis dijalankan.

Performa Terbang dan Baterai DJI Air 3S

Drone dengan kamera bagus tetap membutuhkan kemampuan terbang yang memadai. DJI Air 3S menawarkan waktu terbang maksimal hingga 45 menit berdasarkan pengujian DJI dalam kondisi terkontrol.

Angka tersebut terdengar menjanjikan, terutama bagi pengguna yang membutuhkan waktu untuk mencari komposisi, mengatur kamera, dan mengambil beberapa variasi gambar dalam satu penerbangan.

Apakah Bisa Terbang Selama 45 Menit di Penggunaan Nyata?

Durasi 45 menit sebaiknya dipahami sebagai hasil pengujian dalam kondisi tertentu, bukan waktu operasional yang selalu bisa dicapai. DJI mengukur waktu tersebut dalam lingkungan setara tanpa angin, pada ketinggian permukaan laut, dan dengan pengaturan pengujian khusus.

Dalam penggunaan sebenarnya, durasi terbang dapat berkurang karena angin, suhu, kecepatan, pola manuver, serta kondisi baterai. Penerbangan yang sering melakukan akselerasi dan perubahan arah juga dapat memengaruhi konsumsi daya.

Untuk produksi konten, sebaiknya jangan merencanakan seluruh pekerjaan berdasarkan angka maksimal tersebut. Menyediakan baterai tambahan jauh lebih masuk akal, terutama ketika lokasi pengambilan gambar sulit dijangkau.

Ketahanan Angin hingga 12 Meter per Detik

DJI mencantumkan ketahanan angin maksimal hingga 12 meter per detik. Spesifikasi ini memberikan gambaran kemampuan drone menghadapi kondisi angin tertentu selama penerbangan.

Namun, kemampuan menahan angin bukan berarti drone aman digunakan dalam semua kondisi cuaca. Angin di sekitar gedung tinggi, tebing, atau kawasan pegunungan bisa berubah dengan cepat. Pengguna juga harus mempertimbangkan arah angin ketika merencanakan perjalanan pulang agar baterai tetap mencukupi.

Penyimpanan Internal 42 GB dan Transmisi DJI O4

DJI Air 3S menyediakan penyimpanan internal sebesar 42 GB. Fitur ini berguna ketika pengguna lupa membawa kartu microSD atau membutuhkan ruang tambahan untuk menyimpan hasil pengambilan gambar.

Meski demikian, kapasitas 42 GB bukan berarti bisa menampung seluruh rekaman dalam jumlah besar. Video 4K dengan frame rate tinggi dapat menghasilkan file berukuran besar, sehingga kartu microSD yang kompatibel tetap penting untuk penggunaan intensif.

Dari sisi konektivitas, drone ini menggunakan sistem transmisi DJI O4. DJI mencantumkan jarak transmisi maksimal hingga 20 km berdasarkan standar FCC dan kondisi pengujian tertentu. Untuk standar CE, SRRC, dan MIC, jarak maksimal yang dicantumkan adalah 10 km.

Angka tersebut bukan jarak terbang yang disarankan dan bukan jaminan koneksi akan selalu stabil hingga batas maksimal. Gangguan sinyal, bangunan, pepohonan, interferensi, dan peraturan setempat dapat memengaruhi jangkauan sebenarnya.

DJI Air 3S vs DJI Air 3: Apa Saja Perbedaannya?

Jika sudah memiliki DJI Air 3, peningkatan ke Air 3S perlu dipertimbangkan secara matang. Kedua drone ini sama-sama menggunakan sistem kamera ganda, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang cukup berarti.

Aspek DJI Air 3S DJI Air 3
Kamera wide-angle 1 inci CMOS, 50 MP 1/1,3 inci CMOS, 48 MP
Kamera medium tele 1/1,3 inci CMOS, 48 MP 1/1,3 inci CMOS, 48 MP
Video maksimal 4K 120 fps 4K 100 fps
LiDAR depan Ada Tidak ada
Penginderaan rintangan malam Didukung sistem LiDAR dan vision dalam kondisi tertentu Tidak memiliki LiDAR depan
Waktu terbang maksimal 45 menit 46 menit
Berat lepas landas 724 gram 720 gram

Dari perbandingan tersebut, terlihat bahwa DJI Air 3S bukan sekadar versi baru dengan angka resolusi lebih tinggi. Peningkatan sensor kamera utama, dukungan 4K 120 fps, dan penambahan LiDAR depan menjadi pembeda yang cukup relevan.

Namun, DJI Air 3 justru memiliki klaim waktu terbang maksimal satu menit lebih lama. Perbedaan ini menunjukkan bahwa generasi terbaru tidak selalu unggul dalam setiap aspek.

Apakah Pemilik DJI Air 3 Perlu Upgrade?

Upgrade ke DJI Air 3S lebih masuk akal jika kebutuhan utama adalah fotografi dalam kondisi cahaya yang menantang, perekaman slow motion 4K 120 fps, atau penggunaan fitur penginderaan malam yang didukung LiDAR.

Sebaliknya, jika DJI Air 3 masih memenuhi kebutuhan pengambilan gambar, mengganti perangkat hanya karena Air 3S merupakan generasi lebih baru belum tentu menjadi keputusan paling efisien.

Untuk pengguna baru yang belum memiliki drone, pilihan sebaiknya disesuaikan dengan anggaran, kebutuhan kamera, dan ketersediaan produk di pasar.

Kelebihan DJI Air 3S yang Paling Menonjol

Setelah melihat spesifikasi dan kemampuan masing-masing fitur, ada beberapa keunggulan yang membuat DJI Air 3S menarik di kelasnya.

  • Kamera utama dengan sensor 1 inci: Memberikan potensi kualitas gambar lebih baik, terutama ketika kondisi pencahayaan tidak ideal.
  • Kamera ganda yang fleksibel: Kamera wide-angle dan medium tele memberikan dua perspektif berbeda dalam satu perangkat.
  • Video 4K 120 fps: Mendukung pembuatan video slow motion dengan resolusi tinggi.
  • Profil warna 10-bit: D-Log M dan HLG memberikan fleksibilitas lebih untuk pengolahan warna.
  • LiDAR menghadap depan: Menambah kemampuan penginderaan rintangan dalam kondisi yang didukung.
  • Fitur penerbangan pintar: ActiveTrack, Smart RTH, Free Panorama, QuickShots, dan MasterShots membantu proses pembuatan konten.
  • Penyimpanan internal: Kapasitas 42 GB menjadi ruang tambahan ketika kartu memori tidak tersedia.
  • Waktu terbang maksimal 45 menit: Memberikan keleluasaan dalam pengambilan gambar pada kondisi pengujian yang ditentukan.

Kekurangan DJI Air 3S yang Perlu Dipertimbangkan

Walaupun spesifikasinya menarik, DJI Air 3S tetap memiliki sejumlah keterbatasan yang sebaiknya diketahui sebelum membeli.

Bobotnya Belum Termasuk Kategori Drone Ringan

Dengan berat lepas landas sekitar 724 gram, DJI Air 3S membutuhkan perhatian lebih ketika dibawa bepergian. Ukurannya memang bisa dilipat, tetapi bobotnya tetap lebih besar dibandingkan drone mini di kelas bawah 250 gram.

Bobot ini juga membuat pengguna perlu lebih cermat memahami ketentuan operasional drone di wilayah penerbangan yang dituju.

Biaya Pembelian dan Aksesori Tidak Sedikit

DJI Air 3S berada di segmen drone dengan fitur cukup lengkap. Selain harga unit, calon pembeli perlu menghitung biaya baterai tambahan, kartu microSD, tas, filter kamera, dan aksesori lain jika memang dibutuhkan.

Harga dapat berbeda berdasarkan negara, penjual, paket pembelian, dan ketersediaan produk. Karena itu, sebaiknya periksa harga terbaru sebelum menentukan anggaran.

Kamera Medium Tele Tidak Sepenuhnya Sama dengan Kamera Utama

Meskipun sama-sama memiliki resolusi tinggi, kedua kamera menggunakan sensor dengan ukuran dan aperture berbeda. Kamera utama memiliki sensor 1 inci dan aperture f/1.8, sedangkan kamera medium tele menggunakan sensor 1/1,3 inci dengan aperture f/2.8.

Perbedaan tersebut dapat memengaruhi karakter gambar, khususnya dalam kondisi pencahayaan rendah. Pengguna yang ingin hasil visual konsisten perlu memperhatikan pengaturan exposure dan white balance ketika berpindah kamera.

Sensor Keselamatan Tetap Memiliki Batasan

Fitur penghindaran rintangan memang membantu, tetapi tidak bisa menggantikan pengawasan pilot. Objek tipis, transparan, permukaan minim tekstur, serta perubahan pencahayaan dapat memengaruhi kemampuan sistem mendeteksi lingkungan.

Karena itu, menerbangkan drone di area sempit, dekat kabel listrik, atau di sekitar kerumunan tetap membutuhkan kehati-hatian ekstra.

DJI Air 3S Cocok untuk Siapa?

Melihat kombinasi kamera dan fitur yang tersedia, DJI Air 3S lebih cocok untuk pengguna yang memang membutuhkan fleksibilitas pengambilan gambar dari udara.

  • Travel content creator: Cocok untuk merekam perjalanan, pemandangan alam, kawasan wisata, dan aktivitas luar ruangan.
  • Fotografer lanskap: Kamera utama 50 MP dan kamera medium tele memberikan pilihan komposisi yang lebih beragam.
  • Videografer: Dukungan 4K, 120 fps, dan profil warna 10-bit dapat dimanfaatkan dalam proses produksi video.
  • Pembuat konten media sosial: Mode video vertikal membantu kebutuhan konten untuk platform berbasis format 9:16.
  • Fotografer properti dan bangunan: Dua pilihan focal length berguna untuk mengambil gambar area luas maupun detail objek.
  • Pengguna drone berpengalaman: Berbagai fitur pintar memberikan fleksibilitas tambahan dalam merencanakan pengambilan gambar.

Untuk pemula, DJI Air 3S tetap bisa dipelajari selama pengguna bersedia memahami pengoperasian, keselamatan, dan aturan penerbangan. Namun, jika kebutuhan hanya sebatas mengambil foto sederhana sesekali, drone dengan harga lebih terjangkau mungkin sudah mencukupi.

Tips Sebelum Membeli DJI Air 3S

Jangan terburu-buru membeli hanya karena tertarik dengan spesifikasi kamera. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa agar perangkat yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.

Perhatikan Paket DJI Air 3S

DJI menawarkan pilihan paket dengan konfigurasi aksesori yang berbeda. Periksa apakah paket tersebut menggunakan remote controller yang diinginkan, berapa jumlah baterai yang disertakan, dan apakah tersedia perlengkapan tambahan.

Periksa Garansi dan Keaslian Produk

Pilih penjual yang memberikan informasi garansi secara jelas. Pastikan nomor seri, kondisi perangkat, kelengkapan unit, dan kebijakan layanan purnajual dapat diperiksa sebelum transaksi.

Hitung Kebutuhan Penyimpanan

Jika sering merekam video 4K, kartu microSD yang kompatibel menjadi kebutuhan penting. Jangan hanya mengandalkan penyimpanan internal 42 GB karena kapasitas tersebut bisa cepat terpakai ketika merekam banyak video beresolusi tinggi.

Pelajari Aturan Penerbangan di Indonesia

Sebelum menerbangkan DJI Air 3S, pahami ketentuan penerbangan drone yang berlaku di Indonesia. Perhatikan kawasan bandara, ruang udara terbatas, lokasi terlarang, batas ketinggian, serta persyaratan operasional sesuai tujuan penerbangan.

Jangan menerbangkan drone di area yang membahayakan pesawat, mengganggu privasi orang lain, atau melanggar ketentuan setempat. Pastikan juga kondisi cuaca dan lokasi aman sebelum lepas landas.

Apakah DJI Air 3S Layak Dipilih untuk Fotografi Udara?

DJI Air 3S menawarkan kombinasi yang menarik bagi pengguna yang membutuhkan drone dengan kemampuan fotografi dan videografi lebih lengkap. Kamera utama 1 inci CMOS 50 MP menjadi daya tarik penting, sementara kamera medium tele 70 mm memberikan perspektif tambahan yang tidak selalu tersedia pada drone dengan satu kamera.

Dukungan video 4K 120 fps, profil warna 10-bit, penyimpanan internal 42 GB, serta fitur penerbangan pintar membuat perangkat ini relevan untuk kebutuhan produksi konten yang lebih serius. Penambahan LiDAR depan juga memberikan dukungan penginderaan rintangan dalam kondisi tertentu.

Meski demikian, keputusan membeli tetap perlu mempertimbangkan harga, bobot, kebutuhan aksesori, dan kemampuan pengguna dalam mengoperasikan drone. Tidak semua orang membutuhkan kamera ganda atau fitur penerbangan secanggih ini.

Jika fokusnya adalah fotografi perjalanan, video sinematik, dokumentasi properti, atau pembuatan konten profesional, DJI Air 3S memiliki spesifikasi yang patut dipertimbangkan. Sebaliknya, pengguna yang hanya membutuhkan drone untuk dokumentasi ringan sebaiknya membandingkan beberapa model lain terlebih dahulu agar anggaran tidak terpakai untuk fitur yang jarang digunakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang DJI Air 3S

Berapa resolusi kamera DJI Air 3S?

DJI Air 3S memiliki dua kamera. Kamera utama wide-angle menggunakan sensor 1 inci CMOS dengan resolusi efektif 50 MP, sedangkan kamera medium tele menggunakan sensor 1/1,3 inci CMOS dengan resolusi efektif 48 MP.

Apakah DJI Air 3S bisa merekam video 4K 120 fps?

Ya. Kedua kamera DJI Air 3S mendukung perekaman video 4K hingga 120 fps. Mode ini digunakan untuk menghasilkan video slow motion.

Berapa lama baterai DJI Air 3S bertahan?

DJI mencantumkan waktu terbang maksimal 45 menit berdasarkan pengujian terkontrol. Dalam penggunaan nyata, durasi dapat lebih pendek karena dipengaruhi angin, suhu, pola penerbangan, dan kondisi baterai.

Apakah DJI Air 3S memiliki sensor LiDAR?

Ya. Drone ini dilengkapi LiDAR menghadap ke depan yang bekerja bersama sistem penginderaan lainnya untuk membantu mendeteksi rintangan dalam kondisi yang didukung.

Apakah DJI Air 3S cocok untuk pemula?

DJI Air 3S dapat digunakan oleh pemula yang bersedia mempelajari pengoperasian drone. Namun, bobot dan fitur yang cukup lengkap membuat pengguna perlu memahami keselamatan penerbangan, pengaturan kamera, dan aturan penggunaan sebelum menerbangkannya.

Berapa kapasitas penyimpanan internal DJI Air 3S?

DJI Air 3S menyediakan penyimpanan internal sebesar 42 GB. Pengguna juga dapat menggunakan kartu microSD yang kompatibel untuk menambah ruang penyimpanan.

Apa perbedaan utama DJI Air 3S dan DJI Air 3?

Perbedaan utamanya terdapat pada kamera wide-angle 1 inci 50 MP, dukungan video 4K 120 fps, serta penambahan LiDAR depan pada Air 3S. DJI Air 3 sendiri memiliki klaim waktu terbang maksimal 46 menit, sedikit lebih lama dibandingkan Air 3S yang mencapai 45 menit.