Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DJI Lito X1 Layak Dibeli? Ini Keunggulan dan Kekurangannya

DJI Lito X1 Layak Dibeli? Ini Keunggulan dan Kekurangannya

Apa jadinya kalau sebuah drone mungil bisa merekam video 4K HDR, mengikuti objek secara otomatis, dan punya teknologi pendeteksi rintangan yang lebih canggih? DJI Lito X1 mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat kombinasi kamera beresolusi tinggi, fitur penerbangan pintar, dan desain ringkas yang cocok dibawa ke mana saja.

Drone ini menarik perhatian karena menawarkan sejumlah fitur yang biasanya menjadi pertimbangan penting bagi kreator konten, fotografer perjalanan, hingga pemula yang ingin mulai serius membuat video dari udara. Bukan cuma soal bisa terbang dan mengambil gambar, DJI Lito X1 juga dirancang untuk membantu pengguna menghasilkan rekaman yang lebih menarik tanpa harus menguasai teknik menerbangkan drone yang rumit sejak awal.

Tapi, apakah semua fitur tersebut benar-benar membuat DJI Lito X1 layak dibeli? Bagaimana kualitas kameranya, seberapa membantu sistem penghindaran rintangannya, dan apa saja kekurangan yang perlu diketahui sebelum mengeluarkan uang? Berikut review DJI Lito X1 yang perlu disimak sebelum memutuskan untuk membelinya.

Spesifikasi DJI Lito X1

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya melihat spesifikasi utama DJI Lito X1 terlebih dahulu. Dari sini, kita bisa mendapatkan gambaran tentang kemampuan kamera, daya tahan baterai, hingga teknologi yang ditawarkan.

SpesifikasiDetail
Sensor kameraCMOS 1/1,3 inci
Resolusi foto48 MP
Video maksimal4K hingga 100 fps pada mode yang didukung
Video HDR4K hingga 60 fps
Profil warna10-bit D-Log M
StabilisasiGimbal mekanis 3 sumbu
Sistem pendeteksi rintanganVision omnidirectional dan LiDAR menghadap depan
Waktu terbang maksimalHingga 36 menit dengan baterai standar
Baterai tambahanHingga 52 menit dengan Intelligent Flight Battery Plus
Penyimpanan internal42 GB
Sistem transmisiDJI O4, dengan jarak transmisi maksimal yang diklaim hingga 15 km dalam kondisi tertentu
BobotSekitar 249 gram dengan baterai standar

Perlu diingat, angka tersebut merupakan spesifikasi dan klaim maksimum yang dipublikasikan DJI. Hasil penggunaan sebenarnya bisa berbeda tergantung cuaca, kondisi lingkungan, pengaturan kamera, dan cara menerbangkan drone.

Desain Ringkas, Cocok untuk Traveling dan Bikin Konten

Salah satu daya tarik DJI Lito X1 adalah desainnya yang ringkas dan bisa dilipat. Pengguna tidak perlu membawa drone berukuran besar hanya untuk mendapatkan gambar dari sudut pandang udara. Ketika tidak digunakan, bagian lengannya dapat dilipat sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam tas.

Dengan bobot sekitar 249 gram menggunakan baterai standar, drone ini terasa menarik untuk orang yang sering bepergian. Misalnya, ketika mengunjungi pantai, menjelajahi pegunungan, berlibur ke pedesaan, atau membuat video perjalanan menggunakan kamera dari udara.

Desain seperti ini juga membantu kreator konten yang sering berpindah lokasi. Drone bisa dibawa bersama kamera, laptop, dan perlengkapan lainnya tanpa terlalu banyak memakan tempat.

Namun, bobot yang ringan bukan berarti drone bebas dari risiko. Angin kencang tetap bisa memengaruhi kestabilan penerbangan. Pengguna juga perlu memperhatikan kondisi baling-baling dan memilih lokasi terbang yang aman.

Kamera DJI Lito X1, Seberapa Bagus untuk Foto dan Video?

Kamera menjadi salah satu alasan utama mengapa DJI Lito X1 menarik untuk diperhatikan. Drone ini menggunakan sensor CMOS berukuran 1/1,3 inci dengan resolusi foto 48 MP dan bukaan lensa f/1.7.

Di atas kertas, kombinasi tersebut memberikan potensi kualitas gambar yang menarik untuk fotografi lanskap, dokumentasi perjalanan, video promosi, hingga konten media sosial. Sensor yang relatif besar juga dapat membantu pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan yang menantang, meskipun hasil akhirnya tetap dipengaruhi pemrosesan gambar dan kondisi saat pemotretan.

Rekaman 4K HDR untuk Hasil Lebih Menarik

DJI Lito X1 mendukung perekaman video 4K HDR hingga 60 fps. Resolusi 4K memberikan detail yang cukup tinggi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari video YouTube hingga dokumentasi perjalanan yang ingin ditampilkan dengan kualitas visual lebih baik.

Dukungan HDR juga dirancang untuk membantu mempertahankan detail pada area terang dan gelap. Fitur ini berguna ketika merekam pemandangan dengan langit cerah dan area daratan yang lebih gelap dalam satu komposisi.

Bagi pengguna yang ingin melakukan penyuntingan lebih serius, dukungan profil warna 10-bit D-Log M menjadi nilai tambah. Profil ini memberikan fleksibilitas lebih besar saat melakukan color grading, terutama ketika ingin menyesuaikan warna, kontras, dan suasana visual agar terlihat lebih sinematik.

Video Slow Motion hingga 100 fps

Fitur lain yang menarik adalah kemampuan merekam video hingga 100 fps pada resolusi 4K dalam mode yang didukung. Frame rate tinggi memungkinkan pengguna membuat efek gerakan lambat untuk menonjolkan momen tertentu.

Bayangkan merekam ombak yang menghantam pantai, kendaraan yang melintasi jalan berkelok, atau seseorang yang berjalan di tengah pemandangan alam. Dengan pengolahan yang tepat, momen tersebut bisa terlihat lebih dramatis.

Meski begitu, pengguna perlu memeriksa pengaturan perekaman yang tersedia karena frame rate, format video, dan fitur kamera tertentu bisa memiliki batasan masing-masing.

Apakah Kamera 48 MP Sudah Cukup?

Resolusi 48 MP memberikan ruang untuk memotong atau melakukan cropping foto tanpa langsung kehilangan terlalu banyak detail. Kemampuan ini berguna ketika mengambil gambar bangunan, lanskap, dan objek yang membutuhkan penyesuaian komposisi setelah pemotretan.

Namun, megapiksel bukan satu-satunya penentu kualitas kamera. Ukuran sensor, kualitas lensa, pencahayaan, stabilisasi, serta pemrosesan gambar juga berpengaruh besar terhadap hasil akhir.

Jadi, DJI Lito X1 lebih tepat dipandang sebagai drone kamera ringkas dengan kemampuan kreatif yang menjanjikan, bukan pengganti langsung drone profesional kelas atas.

Teknologi LiDAR, Fitur yang Membuat DJI Lito X1 Lebih Menarik

Menerbangkan drone untuk pertama kalinya memang menyenangkan, tetapi ada satu hal yang sering membuat pemula khawatir: menabrak pohon, dinding, kabel, atau objek lain yang sulit terlihat dari posisi pilot.

DJI Lito X1 menawarkan sistem pendeteksi rintangan yang menggabungkan vision omnidirectional dengan sensor LiDAR menghadap ke depan. Kombinasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran drone terhadap lingkungan di sekitarnya dan membantu menghindari rintangan dalam mode penerbangan yang didukung.

Apa Fungsi LiDAR pada Drone?

LiDAR merupakan teknologi yang menggunakan pulsa laser untuk mengukur jarak terhadap objek. Pada DJI Lito X1, sensor yang menghadap ke depan melengkapi sistem vision untuk membantu mendeteksi rintangan, termasuk dalam kondisi pencahayaan rendah tertentu.

Fitur tersebut menarik karena kondisi cahaya saat menerbangkan drone bisa berubah dengan cepat. Drone yang awalnya terbang di area terbuka dan terang mungkin harus melewati area yang lebih teduh atau memiliki banyak objek di depannya.

Dengan adanya sensor tambahan, sistem pendeteksian rintangan memiliki informasi yang lebih beragam untuk mendukung penerbangan yang aman.

Namun, teknologi ini bukan jaminan drone tidak akan menabrak apa pun. Objek yang sangat kecil, kabel tipis, permukaan transparan, serta kondisi lingkungan tertentu masih dapat menjadi tantangan. Pilot tetap harus mengawasi penerbangan dan tidak sepenuhnya mengandalkan sensor otomatis.

Fitur Penerbangan Pintar untuk Membuat Video Sinematik

Tidak semua orang yang membeli drone ingin menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari teknik menerbangkan pesawat tanpa awak. Banyak pengguna hanya ingin menghasilkan video yang bagus tanpa harus mengendalikan setiap gerakan kamera secara manual.

DJI Lito X1 menawarkan sejumlah fitur penerbangan pintar yang dapat membantu kebutuhan tersebut.

ActiveTrack untuk Mengikuti Objek Bergerak

ActiveTrack memungkinkan drone mengikuti subjek yang dipilih dalam mode yang didukung. Fitur ini cocok untuk merekam aktivitas luar ruangan, perjalanan menggunakan sepeda, olahraga, atau video pribadi ketika pengguna ingin tampil di depan kamera tanpa terus-menerus mengendalikan drone.

Dengan bantuan pelacakan otomatis, pengguna bisa lebih fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan. Meski demikian, kemampuan mengikuti subjek tetap dipengaruhi kondisi lingkungan, jenis objek, dan situasi penerbangan.

QuickShots dan MasterShots

QuickShots menyediakan gerakan kamera otomatis yang dirancang untuk menghasilkan klip menarik dengan pengoperasian relatif sederhana. Sementara itu, MasterShots dapat menggabungkan beberapa gerakan kamera menjadi rangkaian pengambilan gambar otomatis.

Fitur ini berguna bagi kreator yang ingin membuat video pendek untuk Instagram, TikTok, atau YouTube tanpa harus menguasai manuver drone yang rumit.

Pengguna cukup menentukan subjek dan memilih mode yang tersedia, kemudian drone membantu menjalankan gerakan kamera sesuai fitur tersebut. Hasilnya tetap perlu diperiksa dan disunting agar sesuai dengan kebutuhan konten.

Hyperlapse dan Panorama

Hyperlapse dapat digunakan untuk menghasilkan video dengan pergerakan waktu yang dipercepat, misalnya untuk memperlihatkan perubahan suasana kota atau pergerakan awan di atas pegunungan.

Sementara itu, mode panorama membantu menangkap pemandangan yang lebih luas. Fitur ini berguna ketika satu foto biasa tidak cukup untuk menampilkan keseluruhan lanskap.

Berbagai mode tersebut membuat DJI Lito X1 tidak hanya berfungsi sebagai kamera terbang, tetapi juga sebagai alat untuk bereksperimen dengan gaya visual yang berbeda.

Daya Tahan Baterai DJI Lito X1

DJI mengklaim Lito X1 mampu terbang hingga 36 menit menggunakan Intelligent Flight Battery standar. Jika menggunakan Intelligent Flight Battery Plus yang kompatibel, waktu terbang maksimal yang diklaim dapat mencapai 52 menit.

Durasi tersebut cukup menarik untuk drone dengan desain ringkas. Waktu terbang yang lebih panjang memberikan kesempatan untuk mengambil beberapa sudut gambar, mengulang gerakan kamera, atau mencari komposisi yang paling sesuai.

Namun, waktu terbang maksimal bukan berarti pengguna selalu bisa merekam selama durasi tersebut. Angin, suhu, kecepatan terbang, dan pola penggunaan dapat memengaruhi konsumsi baterai.

Jangan menunggu baterai hampir habis untuk kembali ke titik pendaratan. Sisakan daya yang cukup untuk kembali dengan aman, terutama ketika terbang di lokasi yang jauh dari posisi awal.

Sebelum membeli, periksa juga paket penjualan yang tersedia. Pastikan baterai yang disertakan sesuai kebutuhan dan pahami apakah penggunaan baterai Plus memengaruhi bobot total serta ketentuan penerbangan yang berlaku di lokasi penggunaan.

DJI O4, Seberapa Jauh Drone Bisa Terbang?

DJI Lito X1 menggunakan sistem transmisi video DJI O4 dengan jarak transmisi maksimal yang diklaim mencapai 15 km dalam kondisi tertentu.

Sistem ini dirancang untuk mendukung koneksi antara drone dan pengendali, sekaligus mengirimkan tampilan video langsung kepada pilot. Koneksi yang stabil sangat membantu ketika pengguna sedang mengambil gambar lanskap atau membuat video di area terbuka.

Meski begitu, jarak maksimal tersebut tidak boleh dianggap sebagai jarak terbang yang disarankan untuk penggunaan sehari-hari. Kondisi medan, gangguan sinyal, posisi antena, dan aturan transmisi di setiap wilayah dapat memengaruhi jangkauan sebenarnya.

Pilot juga harus mengikuti aturan mengenai garis pandang langsung atau visual line of sight jika diwajibkan oleh peraturan setempat. Kemampuan transmisi jarak jauh bukan berarti drone boleh diterbangkan sejauh mungkin tanpa mempertimbangkan keselamatan.

Penyimpanan Internal 42 GB, Tidak Harus Selalu Mengandalkan Kartu Memori

Salah satu detail yang cukup praktis dari DJI Lito X1 adalah penyimpanan internal sebesar 42 GB. Drone ini juga mendukung penggunaan kartu microSD yang kompatibel untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Penyimpanan internal berguna ketika pengguna lupa membawa kartu memori atau membutuhkan ruang tambahan untuk menyimpan rekaman. Fitur ini juga dapat mengurangi risiko kehilangan kesempatan merekam hanya karena kartu memori tidak tersedia.

DJI Lito X1 turut mendukung QuickTransfer untuk memindahkan file ke perangkat seluler yang kompatibel. Dengan begitu, pengguna bisa lebih mudah memeriksa hasil rekaman dan menyiapkan materi untuk diedit.

Walaupun tersedia penyimpanan internal, file video 4K dan rekaman dengan frame rate tinggi tetap dapat menghabiskan ruang dengan cepat. Pengguna yang sering membuat konten sebaiknya menyiapkan kartu memori yang sesuai serta rutin mencadangkan file penting.

DJI Lito X1 vs DJI Lito 1, Apa Perbedaannya?

DJI Lito X1 dan DJI Lito 1 sama-sama mengusung konsep drone ringkas yang ditujukan untuk pengguna yang menginginkan kamera udara praktis. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

FiturDJI Lito X1DJI Lito 1
Sensor kameraCMOS 1/1,3 inciCMOS 1/2 inci
Resolusi foto48 MP48 MP
Video 10-bit D-Log MDidukungTidak didukung
LiDAR menghadap depanAdaTidak ada
Penyimpanan internal42 GBTidak tercantum
Sistem pendeteksi rintanganVision omnidirectional dan LiDAR depanVision omnidirectional
Target penggunaKreator yang membutuhkan fleksibilitas kamera lebih tinggiPengguna yang lebih mengutamakan harga awal

DJI Lito 1 tetap menarik bagi pengguna yang membutuhkan drone kamera ringkas untuk aktivitas sehari-hari. Namun, Lito X1 menawarkan sejumlah fitur tambahan, terutama pada sensor kamera, profil warna, pendeteksian rintangan, dan penyimpanan internal.

Jika selisih harga keduanya tidak terlalu besar, Lito X1 bisa menjadi pilihan yang lebih menarik untuk pengguna yang ingin mengembangkan kemampuan fotografi dan videografi udara dalam jangka panjang.

Kekurangan DJI Lito X1 yang Perlu Dipertimbangkan

Walaupun spesifikasinya menarik, DJI Lito X1 tetap memiliki beberapa keterbatasan. Mengetahui kekurangan ini akan membantu calon pembeli menentukan apakah fitur yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

1. Digital Zoom Tidak Bisa Menggantikan Zoom Optik

Digital zoom memperbesar gambar secara elektronik, bukan dengan menggunakan lensa yang memiliki jangkauan optik lebih panjang. Karena itu, detail gambar bisa terlihat lebih lembut ketika tingkat pembesaran meningkat.

Jika kebutuhan utama adalah memotret objek yang sangat jauh dengan detail tinggi, jangan hanya mengandalkan resolusi 48 MP. Perhatikan juga kemampuan lensa dan keterbatasan zoom yang tersedia.

2. Pengaturan Eksposur Tetap Perlu Diperhatikan

Dalam pengujian yang dipublikasikan TechRadar, pengaturan bawaan DJI Lito X1 dilaporkan dapat menghasilkan rekaman yang terlalu terang dalam kondisi tertentu.

Hal tersebut tidak berarti setiap rekaman pasti mengalami masalah yang sama. Namun, temuan ini menunjukkan bahwa pengguna sebaiknya memeriksa eksposur dan menyesuaikan pengaturan kamera ketika kondisi cahaya berubah.

Mempelajari kompensasi eksposur serta pengaturan kamera dasar dapat membantu menghasilkan video yang lebih konsisten.

3. Tidak Memiliki Rotasi Kamera Fisik untuk Video Vertikal

Bagi kreator yang lebih sering membuat video vertikal untuk TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts, keterbatasan ini perlu diperhatikan.

Kamera tidak memiliki mekanisme rotasi fisik untuk merekam video vertikal secara native seperti pada drone tertentu. Pengguna masih dapat memanfaatkan opsi perekaman atau cropping yang tersedia, tetapi hasilnya bergantung pada mode yang digunakan dan bisa mengurangi fleksibilitas komposisi.

4. Sensor Bukan Jaminan Bebas Tabrakan

Sistem pendeteksi rintangan memang menjadi salah satu keunggulan Lito X1, tetapi sensor tetap memiliki batas kemampuan. Kabel tipis, objek kecil, permukaan tertentu, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung bisa meningkatkan risiko tabrakan.

Pengguna tetap harus memeriksa area penerbangan, menjaga kendali, dan mematuhi panduan keselamatan dari DJI.

Siapa yang Cocok Membeli DJI Lito X1?

DJI Lito X1 cocok untuk beberapa kelompok pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.

  • Fotografer dan videografer perjalanan: desain ringkas memudahkan drone dibawa ketika berlibur atau menjelajahi lokasi baru.
  • Kreator konten YouTube dan media sosial: fitur pelacakan otomatis, QuickShots, serta perekaman 4K membantu menghasilkan konten yang lebih bervariasi.
  • Pemula yang ingin belajar menerbangkan drone: fitur bantuan penerbangan dan sistem pendeteksi rintangan dapat membantu proses belajar, meskipun tidak menggantikan keterampilan pilot.
  • Pengguna drone lama: kamera yang lebih fleksibel, penyimpanan internal, dan sensor tambahan bisa menjadi alasan untuk melakukan upgrade.
  • Penggemar videografi udara: profil warna 10-bit D-Log M memberikan ruang lebih besar untuk proses penyuntingan dan color grading.

Sebaliknya, pengguna profesional yang membutuhkan sensor jauh lebih besar, kemampuan kamera khusus, atau performa optimal untuk produksi tingkat lanjut mungkin perlu mempertimbangkan drone di kelas harga yang lebih tinggi.

Apakah DJI Lito X1 Layak Dibeli?

DJI Lito X1 menawarkan kombinasi yang cukup menarik antara desain portabel, kamera beresolusi tinggi, video 4K HDR, fitur penerbangan pintar, dan sistem pendeteksi rintangan yang lebih lengkap.

Keunggulan utamanya bukan sekadar satu spesifikasi tertentu, melainkan perpaduan fitur yang mendukung kebutuhan pengguna sehari-hari. Kamera memberikan fleksibilitas untuk menghasilkan konten, mode otomatis mempermudah pengambilan gambar, sedangkan sistem sensor membantu meningkatkan kesadaran terhadap rintangan saat terbang.

Di sisi lain, keterbatasan digital zoom, kebutuhan untuk mengatur eksposur dalam kondisi tertentu, dan tidak adanya rotasi kamera fisik untuk video vertikal tetap perlu diperhitungkan. Fitur canggih tidak selalu berarti drone ini menjadi pilihan terbaik bagi semua orang.

Bagi pemula yang ingin lebih serius dalam fotografi udara, kreator konten yang membutuhkan perangkat portabel, atau pengguna yang mencari drone dengan fitur modern, DJI Lito X1 layak masuk daftar pertimbangan.

Keputusan akhir sebaiknya mempertimbangkan harga resmi di pasar lokal, kelengkapan paket, biaya baterai tambahan, serta aturan penerbangan di wilayah penggunaan. Jika fitur kamera dan sistem penerbangannya sesuai kebutuhan, Lito X1 bisa menjadi investasi menarik untuk menghasilkan konten udara yang lebih kreatif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang DJI Lito X1

Apakah DJI Lito X1 cocok untuk pemula?

Ya. Drone ini memiliki fitur penerbangan pintar dan sistem pendeteksi rintangan yang dapat membantu pemula. Namun, pilot tetap harus belajar mengendalikan drone dan memahami batas kemampuan sensor.

Apakah DJI Lito X1 bisa merekam video 4K?

Ya. DJI Lito X1 mendukung video 4K HDR hingga 60 fps serta perekaman hingga 100 fps pada mode yang didukung.

Berapa lama DJI Lito X1 bisa terbang?

DJI mengklaim waktu terbang hingga 36 menit dengan baterai standar dan hingga 52 menit dengan Intelligent Flight Battery Plus. Durasi sebenarnya bergantung pada kondisi penerbangan dan penggunaan.

Apakah DJI Lito X1 memiliki fitur penghindaran rintangan?

Ya. Drone ini menggunakan sistem vision omnidirectional yang dilengkapi LiDAR menghadap depan. Sistem tersebut membantu mendeteksi rintangan, tetapi tidak menjamin drone bebas dari tabrakan.

Berapa kapasitas penyimpanan internal DJI Lito X1?

DJI Lito X1 memiliki penyimpanan internal 42 GB dan mendukung kartu microSD yang kompatibel untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Apakah DJI Lito X1 lebih bagus daripada DJI Lito 1?

Lito X1 menawarkan sensor kamera lebih besar, dukungan 10-bit D-Log M, LiDAR menghadap depan, dan penyimpanan internal. Lito 1 masih bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin menekan biaya dan tidak membutuhkan fitur tambahan tersebut.