Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

20 Merek Drone Populer yang Wajib Diketahui Pilot Pemula

20 Merek Drone Populer yang Wajib Diketahui Pilot Pemula

Dunia drone semakin menarik untuk dipelajari. Perangkat yang dulunya identik dengan kebutuhan militer dan industri kini banyak digunakan untuk membuat video sinematik, mengambil foto dari udara, memetakan lahan, memantau perkebunan, hingga mendukung berbagai pekerjaan profesional.

Buat yang baru ingin menjadi pilot drone, mengenal merek drone merupakan salah satu langkah awal yang penting. Pasalnya, setiap produsen memiliki karakteristik berbeda. Ada yang terkenal dengan kamera berkualitas tinggi, ada yang fokus pada drone murah untuk latihan, dan ada pula yang mengembangkan drone khusus untuk balapan atau pemetaan profesional.

Nama DJI mungkin sudah sering terdengar, terutama di kalangan fotografer dan kreator konten. Namun, sebenarnya ada banyak produsen lain yang menawarkan teknologi dan kemampuan menarik. Beberapa di antaranya bahkan lebih cocok untuk kebutuhan tertentu daripada drone kamera yang biasa digunakan untuk membuat konten media sosial.

Nah, sebelum memutuskan membeli drone pertama, kenali terlebih dahulu 20 merek drone populer yang wajib diketahui pilot pemula berikut ini. Daftar ini mencakup produsen drone konsumen, FPV, hingga perangkat profesional agar wawasan tentang dunia penerbangan tanpa awak semakin luas.

20 Merek Drone Populer yang Perlu Dikenal

1. DJI

Kalau membahas merek drone, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut DJI. Produsen asal Tiongkok ini dikenal luas melalui berbagai drone kamera yang digunakan oleh pemula, fotografer, videografer, hingga pilot profesional.

DJI menawarkan beragam lini produk dengan fungsi berbeda. Seri Mini dikenal dengan desain ringkas untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan seri Air dan Mavic menawarkan kemampuan kamera yang lebih serius. Ada pula seri Avata yang dirancang untuk pengalaman penerbangan FPV, serta seri Matrice yang ditujukan untuk kebutuhan industri.

Salah satu alasan DJI banyak diminati adalah ekosistemnya yang mencakup aplikasi penerbangan, pengendali, baterai, aksesori, dan fitur bantuan penerbangan pada model tertentu.

Bagi pilot pemula yang ingin menghasilkan foto dan video udara, DJI layak masuk daftar merek yang perlu dipelajari. Namun, pilihan model tetap harus disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Drone dengan harga lebih tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk orang yang baru belajar menerbangkan perangkat.

Cocok untuk: fotografi udara, videografi, pembuatan konten, perjalanan, dan sejumlah kebutuhan industri.

2. Autel Robotics

Autel Robotics merupakan produsen drone yang dikenal sebagai salah satu alternatif DJI, khususnya dalam kategori drone kamera. Merek ini menawarkan perangkat yang dirancang untuk kebutuhan fotografi udara dan penggunaan profesional.

Beberapa lini produknya yang dikenal adalah EVO Nano, EVO Lite, dan EVO Max. Setiap lini memiliki karakteristik berbeda, mulai dari drone berukuran ringkas hingga perangkat yang dirancang untuk pekerjaan lebih kompleks.

Autel menarik perhatian karena menawarkan pilihan bagi pengguna yang ingin membandingkan spesifikasi kamera, kemampuan terbang, dan fitur penerbangan dengan produk dari produsen lain.

Meski begitu, pilot pemula sebaiknya tidak hanya membandingkan resolusi kamera atau jarak transmisi. Dukungan aplikasi, ketersediaan baterai, suku cadang, layanan perbaikan, serta kompatibilitas pengendali juga perlu diperiksa sebelum membeli.

Cocok untuk: fotografi udara, videografi, pemetaan, dan sejumlah aplikasi profesional.

3. Parrot

Parrot adalah produsen drone asal Prancis yang dikenal melalui pengembangan perangkat untuk kebutuhan profesional dan industri. Merek ini memiliki pengalaman panjang dalam teknologi drone dan sistem penerbangan tanpa awak.

Salah satu lini yang dikenal adalah ANAFI. Produk dalam keluarga ini dikembangkan untuk kebutuhan berbeda, termasuk pengambilan gambar dan aplikasi profesional tertentu.

Parrot juga menarik perhatian karena keterlibatannya dalam pengembangan drone untuk penggunaan perusahaan dan lembaga pemerintahan. Karena fokus pasarnya tidak selalu sama dengan drone konsumen biasa, pilihan produk dan ketersediaannya perlu diperiksa sesuai kebutuhan.

Bagi pemula, mengenal Parrot dapat membantu memperluas wawasan tentang penggunaan drone di luar pembuatan konten. Drone bukan sekadar alat untuk mengambil video pemandangan, tetapi juga dapat menjadi perangkat pendukung inspeksi dan pengumpulan data.

Cocok untuk: penggunaan profesional, inspeksi, pengambilan gambar, dan aplikasi industri tertentu.

4. Skydio

Skydio merupakan perusahaan teknologi drone asal Amerika Serikat yang dikenal karena pengembangan kemampuan penerbangan otonom dan navigasi berbasis kecerdasan buatan.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu drone memahami lingkungan sekitar dan melakukan manuver secara otomatis dalam kondisi tertentu. Kemampuan seperti ini menarik untuk pekerjaan yang membutuhkan pelacakan objek atau navigasi di lingkungan yang kompleks.

Skydio mengembangkan perangkat untuk berbagai kebutuhan profesional, termasuk inspeksi infrastruktur, keselamatan publik, dan penggunaan industri. Karena fokusnya banyak berada di pasar profesional, tidak semua produknya cocok untuk pemula yang hanya ingin belajar mengambil video dari udara.

Bagi pilot baru, Skydio tetap menjadi merek yang menarik untuk dipelajari karena menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan pada sistem penerbangan tanpa awak.

Cocok untuk: aplikasi industri, inspeksi, keselamatan publik, dan penerbangan otonom.

5. Potensic

Potensic merupakan salah satu merek yang bisa dipertimbangkan oleh calon pilot drone dengan anggaran terbatas. Produsen ini menawarkan sejumlah drone konsumen, termasuk seri ATOM yang berfokus pada perangkat kamera berukuran ringkas.

Beberapa model Potensic memiliki fitur seperti GPS, kamera beresolusi tinggi, serta gimbal mekanis pada produk tertentu. Namun, kelengkapan fitur berbeda-beda menurut model sehingga spesifikasi harus diperiksa secara langsung sebelum membeli.

Potensic menarik bagi pengguna yang ingin membandingkan drone kamera selain DJI. Bagi pemula, fitur yang perlu diperhatikan antara lain kestabilan penerbangan, kemudahan pengoperasian, fungsi kembali ke titik awal atau return to home, dan kualitas hasil rekaman.

Jangan langsung memilih produk hanya karena mencantumkan resolusi 4K. Kualitas video juga dipengaruhi sensor kamera, stabilisasi, kondisi pencahayaan, dan kemampuan perangkat memproses gambar.

Cocok untuk: pemula, fotografi udara, pembuatan konten, dan pengguna yang mencari alternatif drone kamera.

6. Holy Stone

Holy Stone dikenal melalui berbagai drone konsumen, termasuk model yang ditujukan untuk pemula dan pengguna yang ingin belajar terbang dengan anggaran lebih terjangkau.

Produknya memiliki variasi yang cukup luas. Ada drone mini untuk latihan, model dengan pelindung baling-baling, serta drone yang dilengkapi GPS dan kamera pada seri tertentu.

Drone mini dapat menjadi pilihan untuk memahami dasar pengendalian, seperti mengatur arah, menjaga kestabilan, dan mengendalikan ketinggian. Sementara itu, model dengan GPS dapat memberikan pengalaman yang lebih mendekati penggunaan drone kamera untuk aktivitas luar ruangan.

Walaupun demikian, tidak semua drone Holy Stone memiliki kemampuan yang sama. Sebagian model lebih cocok untuk latihan dasar, sedangkan model lainnya ditujukan untuk kebutuhan pengambilan gambar.

Untuk pemula, periksa pula ketersediaan baterai tambahan dan baling-baling pengganti. Kedua komponen tersebut penting karena kesalahan kecil saat latihan bisa menyebabkan drone mengalami benturan.

Cocok untuk: latihan penerbangan, hobi, dan pengguna yang mencari drone konsumen dengan pilihan harga beragam.

7. Hubsan

Hubsan merupakan merek yang dikenal di kalangan penggemar drone dan pesawat kendali jarak jauh. Perusahaan ini pernah menawarkan berbagai perangkat mulai dari drone mini hingga drone kamera dengan fitur penerbangan yang lebih lengkap.

Salah satu keluarga produk yang dikenal adalah seri Zino. Lini ini menawarkan pilihan drone kamera untuk pengguna yang ingin mengambil gambar dari udara.

Hubsan bisa menjadi salah satu merek pembanding saat mencari drone bekas atau mempelajari perkembangan produk drone konsumen. Namun, calon pembeli perlu memperhatikan usia model, dukungan perangkat lunak, kondisi baterai, dan ketersediaan suku cadang.

Hal ini penting karena drone bukan sekadar perangkat yang bisa langsung digunakan selama masih dapat menyala. Kualitas baterai, kompatibilitas aplikasi, dan dukungan komponen sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta keamanan penerbangan.

Cocok untuk: penggemar drone, hobi penerbangan, dan pengguna yang ingin membandingkan model drone kamera.

8. Syma

Syma dikenal sebagai produsen mainan kendali jarak jauh, termasuk quadcopter atau drone mini. Merek ini sering dikaitkan dengan perangkat latihan untuk pemula yang ingin mengenal dasar penerbangan tanpa harus langsung membeli drone kamera mahal.

Drone Syma pada kategori pemula umumnya memiliki pengoperasian sederhana. Beberapa model dilengkapi pelindung baling-baling untuk membantu mengurangi risiko kerusakan ketika terjadi benturan ringan.

Namun, drone mini seperti ini biasanya tidak ditujukan untuk menghasilkan video udara dengan kualitas setara drone kamera profesional. Fungsi utamanya lebih berfokus pada latihan, permainan, dan pengenalan dasar pengendalian.

Jika baru pertama kali menerbangkan drone, perangkat sederhana dapat membantu melatih koordinasi tangan dan pemahaman arah sebelum beralih ke drone yang lebih besar.

Cocok untuk: pemula, latihan dasar, hobi, dan penerbangan rekreasi.

9. Ryze Tech

Ryze Tech dikenal melalui Tello, drone mini yang dikembangkan dengan teknologi penerbangan dari DJI dan dukungan teknologi Intel pada generasi produk yang dikenal luas.

Tello berukuran kecil dan dirancang untuk memudahkan pengguna mempelajari dasar penerbangan. Selain digunakan untuk latihan, platform ini juga dikenal dalam konteks pendidikan dan pemrograman.

Keunggulan yang menarik adalah pendekatan pembelajaran teknologi. Pada lingkungan yang kompatibel, Tello dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep pemrograman dan mengendalikan drone melalui perintah tertentu.

Namun, calon pembeli perlu memeriksa status produk dan ketersediaannya. Jangan menganggap seluruh model Tello masih dijual secara resmi hanya karena banyak artikel lama yang membahasnya.

Untuk pemula yang tertarik pada robotika dan pemrograman, Ryze Tech tetap menjadi nama yang layak dikenal dalam sejarah perkembangan drone edukasi.

Cocok untuk: latihan dasar, pendidikan STEM, dan eksperimen pemrograman pada perangkat yang kompatibel.

10. FIMI

FIMI merupakan produsen perangkat penerbangan tanpa awak yang dikenal melalui sejumlah drone kamera, termasuk keluarga produk FIMI X8.

Produk FIMI menarik bagi pengguna yang ingin membandingkan alternatif drone kamera dengan fitur penerbangan modern. Bergantung pada modelnya, perangkat dapat menawarkan GPS, fitur kembali ke titik awal, stabilisasi kamera, dan mode penerbangan otomatis.

Meski demikian, spesifikasi setiap model perlu diperiksa secara terpisah. Jangan berasumsi bahwa seluruh produk dalam satu merek mempunyai sensor kamera, ketahanan angin, atau sistem penghindaran rintangan yang sama.

Bagi calon pilot drone, FIMI dapat menjadi salah satu pilihan pembanding saat mencari perangkat untuk dokumentasi perjalanan dan pengambilan gambar udara.

Cocok untuk: fotografi udara, dokumentasi perjalanan, dan pengguna yang mencari alternatif drone kamera.

11. Yuneec

Yuneec merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pesawat listrik dan sistem penerbangan tanpa awak. Merek ini dikenal melalui sejumlah drone konsumen dan profesional, termasuk keluarga Typhoon dan H-series.

Beberapa produknya dirancang untuk membawa kamera dan mendukung kebutuhan pengambilan gambar dari udara. Yuneec juga memiliki sejarah pengembangan sistem penerbangan dengan pengendali khusus dan fitur bantuan tertentu.

Walaupun namanya tidak selalu muncul dalam rekomendasi drone pemula terbaru, Yuneec tetap menarik untuk dipelajari, khususnya ketika membandingkan drone generasi sebelumnya atau perangkat yang tersedia di pasar bekas.

Sebelum membeli, pastikan baterai masih dalam kondisi baik, pengendali berfungsi, firmware sesuai, dan suku cadang dapat diperoleh. Faktor ini penting untuk merek atau model yang tidak memiliki distribusi luas di semua negara.

Cocok untuk: penggemar drone, fotografi udara, dan pengguna yang mempelajari perangkat drone generasi sebelumnya.

12. BetaFPV

Kalau tertarik dengan dunia FPV, BetaFPV merupakan salah satu merek yang perlu masuk daftar belajar. FPV adalah singkatan dari first-person view, yaitu metode penerbangan yang memungkinkan pilot melihat sudut pandang kamera drone melalui kacamata atau layar khusus.

BetaFPV dikenal melalui drone berukuran kecil, komponen FPV, pengendali, dan perangkat pembelajaran untuk penggemar penerbangan manual.

Drone FPV memiliki karakteristik berbeda dari drone kamera otomatis. Pilot perlu mempelajari kontrol arah, pengaturan kecepatan, orientasi, dan teknik manuver. Pada mode penerbangan manual tertentu, perangkat tidak akan mempertahankan posisi secara otomatis seperti drone kamera yang memiliki bantuan GPS.

Karena itu, pemula sebaiknya mulai dengan simulator FPV atau perangkat latihan yang sesuai. Latihan bertahap membantu mengurangi risiko drone menabrak benda di sekitarnya.

Cocok untuk: FPV, latihan manuver, freestyle, dan penggemar drone berukuran kecil.

13. iFlight

iFlight dikenal di komunitas FPV melalui berbagai drone siap terbang, komponen, dan perangkat yang dirancang untuk penerbangan manual berkecepatan tinggi.

Salah satu keluarga produknya adalah Nazgul, yang dikenal di kalangan penggemar FPV. Produk FPV dari iFlight dapat digunakan untuk latihan manuver, pembuatan video aksi, dan aktivitas freestyle sesuai konfigurasi perangkat.

Namun, drone FPV bukan pilihan paling mudah bagi orang yang baru pertama kali menerbangkan perangkat. Karakteristik kontrolnya berbeda dari drone kamera yang bisa mempertahankan posisi atau kembali ke titik awal dengan bantuan sistem navigasi.

Jika ingin mempelajari iFlight, mulailah dengan memahami komponen utama drone FPV, seperti flight controller, motor, ESC, baterai, sistem video, dan radio transmitter.

Pemahaman tersebut akan memudahkan proses pemeliharaan dan membantu ketika harus memperbaiki perangkat setelah mengalami benturan.

Cocok untuk: FPV freestyle, penerbangan manual, dan pilot yang ingin mempelajari perakitan drone.

14. EMAX

EMAX merupakan merek yang dikenal dalam dunia pesawat kendali jarak jauh dan drone FPV. Perusahaan ini menawarkan sejumlah komponen serta perangkat untuk penggemar penerbangan, termasuk lini Tinyhawk.

Drone berukuran kecil dapat membantu pilot mempelajari dasar FPV sebelum beralih ke perangkat yang lebih besar dan bertenaga. Ukuran yang ringkas juga membuat beberapa model lebih praktis untuk latihan di lokasi yang sesuai.

Meski ukurannya kecil, drone FPV tetap memerlukan pengawasan dan area latihan yang aman. Baling-baling yang berputar dengan kecepatan tinggi tetap dapat menyebabkan cedera jika digunakan secara sembarangan.

Untuk pemula, pilih perangkat yang sesuai dengan tingkat keterampilan dan pastikan memahami mode penerbangan yang digunakan. Jika masih kesulitan mengendalikan drone, simulator menjadi pilihan latihan yang baik sebelum terbang di dunia nyata.

Cocok untuk: latihan FPV, drone mini, dan penggemar penerbangan kendali jarak jauh.

15. GEPRC

GEPRC merupakan produsen yang berfokus pada perangkat FPV, termasuk drone siap terbang, komponen, dan aksesori. Merek ini dikenal di kalangan pilot yang tertarik dengan freestyle, balapan, dan pengambilan gambar menggunakan drone FPV.

Berbagai produk GEPRC dibuat dengan konfigurasi yang berbeda sesuai kebutuhan. Ada perangkat yang dirancang untuk penerbangan ringan, sementara model lainnya berfokus pada performa dan kemampuan membawa kamera aksi.

Perbedaan tersebut membuat calon pembeli perlu memahami spesifikasi teknis sebelum memilih produk. Ukuran rangka, jenis motor, kapasitas baterai, bobot, dan sistem video akan memengaruhi karakteristik penerbangan.

GEPRC bisa menjadi merek pembanding bagi pilot yang ingin membangun keterampilan FPV secara lebih serius. Namun, untuk pemula total, memahami dasar penerbangan dan mencoba simulator terlebih dahulu akan sangat membantu.

Cocok untuk: FPV freestyle, pembuatan video aksi, dan penggemar drone yang ingin meningkatkan keterampilan terbang.

16. Freefly Systems

Freefly Systems merupakan produsen teknologi kamera dan sistem penerbangan profesional yang dikenal melalui perangkat seperti drone ALTA. Perusahaan ini banyak dikaitkan dengan kebutuhan sinematografi dan produksi video tingkat lanjut.

Berbeda dari drone mini untuk latihan, perangkat Freefly dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi yang lebih kompleks. Platform tertentu dapat digunakan untuk membawa konfigurasi kamera profesional sesuai batas kemampuan dan rancangan sistemnya.

Perangkat seperti ini memerlukan perencanaan operasional, pemahaman beban muatan, manajemen baterai, serta keterampilan penerbangan yang memadai. Karena itu, Freefly bukan pilihan umum bagi pemula yang hanya ingin belajar mengambil gambar dari udara.

Namun, mengenal merek ini dapat memberikan gambaran tentang penggunaan drone dalam industri film, iklan, dan produksi visual profesional.

Cocok untuk: sinematografi profesional, produksi film, dan kebutuhan kamera udara tingkat lanjut.

17. Wingtra

Wingtra merupakan perusahaan yang berfokus pada drone pemetaan profesional. Salah satu karakteristik yang dikenal dari platformnya adalah desain VTOL atau vertical take-off and landing, yaitu kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal meskipun menggunakan konfigurasi pesawat sayap tetap.

Teknologi tersebut menggabungkan keuntungan lepas landas vertikal dengan karakteristik penerbangan pesawat sayap tetap untuk misi pemetaan tertentu.

Drone pemetaan digunakan untuk mengumpulkan data geospasial yang dapat diolah menjadi peta, model permukaan, dan produk survei lainnya. Penggunaannya berbeda dari drone kamera biasa karena kualitas hasil kerja tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan video.

Dalam pekerjaan pemetaan, faktor seperti akurasi posisi, perencanaan jalur terbang, kualitas sensor, pengolahan data, dan prosedur survei sangat penting.

Wingtra lebih cocok dikenal sebagai referensi bagi calon pilot yang ingin mendalami pemetaan profesional, bukan sebagai pilihan pertama untuk belajar menerbangkan drone di halaman rumah.

Cocok untuk: survei, pemetaan lahan, konstruksi, pertambangan, dan pengumpulan data geospasial.

18. Quantum Systems

Quantum Systems merupakan produsen drone profesional yang dikenal melalui pengembangan platform sayap tetap dan VTOL untuk kebutuhan pengumpulan data serta operasi industri.

Drone dari perusahaan ini dirancang untuk misi yang membutuhkan jangkauan dan efisiensi penerbangan tertentu. Penggunaannya dapat berkaitan dengan pemetaan, pemantauan wilayah, dan aplikasi profesional lainnya.

Berbeda dari drone konsumen, perangkat kelas ini biasanya menjadi bagian dari sistem operasional yang lebih luas. Proses penggunaannya dapat mencakup perencanaan misi, pengaturan sensor, pengelolaan data, dan prosedur keselamatan.

Karena itu, Quantum Systems lebih relevan bagi orang yang ingin mengenal industri drone profesional dan teknologi survei udara.

Bagi pemula, memahami kategori ini membantu membedakan drone yang dibuat untuk rekreasi dengan drone yang dikembangkan untuk kebutuhan pengumpulan data berskala lebih besar.

Cocok untuk: pemetaan profesional, pemantauan wilayah, dan aplikasi industri tertentu.

19. XAG

XAG merupakan produsen teknologi pertanian yang dikenal melalui pengembangan drone dan sistem otomatisasi untuk mendukung aktivitas di lahan pertanian.

Drone pertanian memiliki fungsi yang berbeda dari drone kamera. Perangkat ini dapat digunakan dalam aplikasi seperti penyemprotan atau penyebaran material tertentu sesuai rancangan model dan kebutuhan operasional.

Teknologi tersebut membantu mendukung pekerjaan pertanian, tetapi penggunaannya memerlukan pengetahuan mengenai pengoperasian perangkat, pengelolaan muatan, keselamatan kerja, dan kondisi lingkungan.

Drone pertanian tidak bisa diperlakukan sama seperti drone mini untuk membuat video. Muatan cair, ukuran perangkat, karakteristik penerbangan, dan prosedur operasional membuat kategori ini memerlukan pelatihan yang sesuai.

Bagi calon pilot yang tertarik pada sektor agrikultur, XAG merupakan salah satu merek yang layak dipelajari untuk memahami penerapan drone dalam pertanian modern.

Cocok untuk: pertanian presisi, aplikasi pertanian, dan otomatisasi pekerjaan di lahan.

20. JOUAV

JOUAV merupakan produsen drone profesional yang dikenal melalui platform sayap tetap dan VTOL untuk kebutuhan industri. Perangkatnya dikembangkan untuk misi seperti pemetaan, survei, inspeksi, dan pengumpulan data dari udara.

Drone dengan konfigurasi sayap tetap memiliki karakteristik penerbangan berbeda dari multirotor. Dalam kondisi yang sesuai, desain sayap tetap dapat mendukung cakupan area yang luas, sedangkan multirotor menawarkan kemampuan melayang dan manuver yang lebih fleksibel.

Platform VTOL berusaha menggabungkan kemampuan lepas landas vertikal dengan efisiensi penerbangan sayap tetap. Karena itu, konfigurasi tersebut banyak menarik perhatian dalam pekerjaan yang membutuhkan cakupan area besar tetapi memiliki keterbatasan lokasi lepas landas.

JOUAV lebih berfokus pada penggunaan profesional daripada pasar drone pemula. Namun, merek ini relevan untuk dipelajari jika ingin memahami teknologi drone yang digunakan dalam pemetaan dan industri.

Cocok untuk: survei udara, pemetaan, inspeksi, dan aplikasi industri.

Tabel Perbandingan 20 Merek Drone

Supaya lebih mudah dipahami, berikut ringkasan kategori utama dari setiap merek. Tabel ini bukan peringkat kualitas karena setiap produsen memiliki tujuan pengembangan produk yang berbeda.

No. Merek Drone Kategori Utama Relevansi untuk Pemula
1DJIDrone kamera dan industriTinggi untuk pemula yang ingin mengambil gambar udara
2Autel RoboticsDrone kamera dan profesionalMenarik sebagai alternatif drone kamera
3ParrotProfesional dan industriLebih cocok untuk mempelajari penggunaan profesional
4SkydioDrone otonom dan industriLebih berorientasi pada penggunaan profesional
5PotensicDrone kamera konsumenMenarik untuk pemula
6Holy StoneDrone konsumen dan latihanMenarik untuk latihan dasar
7HubsanDrone hobi dan kameraPerlu memeriksa model dan dukungan produk
8SymaDrone mini dan hobiMenarik untuk latihan dasar
9Ryze TechDrone mini dan edukasiMenarik untuk pembelajaran jika perangkat tersedia
10FIMIDrone kameraAlternatif untuk dibandingkan
11YuneecDrone kamera dan profesionalPerlu memeriksa dukungan model
12BetaFPVFPV dan drone miniCocok untuk belajar FPV secara bertahap
13iFlightFPV dan freestyleLebih sesuai setelah memahami dasar FPV
14EMAXFPV dan drone miniMenarik untuk latihan FPV
15GEPRCFPV dan drone siap terbangLebih sesuai untuk penggemar FPV
16Freefly SystemsSinematografi profesionalBukan pilihan umum untuk pemula
17WingtraDrone pemetaan VTOLLebih cocok untuk bidang survei
18Quantum SystemsDrone industri dan VTOLLebih cocok untuk penggunaan profesional
19XAGDrone pertanianMemerlukan pelatihan operasional khusus
20JOUAVDrone pemetaan dan industriLebih cocok untuk penggunaan profesional

Merek Drone Apa yang Cocok untuk Pilot Pemula?

Setelah mengenal berbagai merek di atas, pertanyaan berikutnya adalah merek mana yang paling sesuai untuk orang yang baru mulai menerbangkan drone.

Jawabannya bergantung pada tujuan penggunaan. Tidak semua orang membutuhkan drone dengan kamera beresolusi tinggi, jarak transmisi jauh, atau kemampuan terbang otomatis yang kompleks.

Jika Ingin Belajar Membuat Video Udara

Untuk pemula yang ingin membuat video pemandangan, dokumentasi perjalanan, atau konten media sosial, mulailah dengan membandingkan drone kamera dari DJI, Potensic, dan FIMI. Autel Robotics juga layak masuk daftar pembanding jika modelnya sesuai dengan anggaran dan kebutuhan.

Perhatikan kualitas stabilisasi kamera, kemudahan penggunaan aplikasi, durasi penerbangan, dan fitur keselamatan. Jika ingin merekam video secara serius, gimbal mekanis dan kualitas sensor biasanya lebih penting daripada sekadar angka resolusi yang tercantum pada kemasan.

Jika Ingin Belajar dengan Anggaran Terbatas

Pilot pemula yang ingin belajar mengendalikan drone bisa mempertimbangkan drone mini dari Syma atau model tertentu dari Holy Stone. Perangkat sederhana dapat membantu memahami orientasi, arah gerak, dan respons pengendali sebelum beralih ke drone kamera yang lebih mahal.

Namun, drone murah dengan kamera dasar tidak bisa diharapkan menghasilkan video setara drone kamera profesional. Tentukan sejak awal apakah tujuan utama pembelian adalah latihan menerbangkan drone atau menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

Jika Ingin Mendalami Drone FPV

Bagi yang tertarik pada penerbangan cepat, manuver, dan video dengan sudut pandang orang pertama, pelajari merek seperti BetaFPV, EMAX, iFlight, dan GEPRC.

Mulailah dengan simulator jika belum pernah menerbangkan drone FPV. Setelah kontrol dasar dikuasai, barulah pertimbangkan perangkat latihan yang sesuai dengan kemampuan dan lokasi penerbangan.

Jika Ingin Menjadi Pilot Drone Profesional

Untuk jalur profesional, tentukan bidang yang ingin ditekuni terlebih dahulu. Pilot drone kamera mungkin membutuhkan kemampuan sinematografi, sedangkan pilot pemetaan perlu mempelajari perencanaan misi, pengumpulan data, dan pengolahan hasil survei.

DJI dan Autel memiliki lini untuk beberapa kebutuhan profesional, sedangkan Wingtra, Quantum Systems, dan JOUAV lebih relevan dalam konteks pemetaan serta industri. Freefly Systems menarik untuk kebutuhan sinematografi tingkat lanjut, sementara XAG berfokus pada penerapan teknologi di sektor pertanian.

Selain menguasai perangkat, pilot profesional perlu memahami prosedur keselamatan, peraturan penerbangan, perencanaan lokasi, dan tanggung jawab operasional.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Drone Pertama

Mengenal merek drone saja belum cukup untuk menentukan perangkat yang tepat. Ada sejumlah faktor penting yang sebaiknya diperiksa sebelum mengeluarkan uang.

1. Tentukan Tujuan Penggunaan

Tentukan apakah drone akan digunakan untuk latihan, fotografi, videografi, FPV, pemetaan, atau pekerjaan tertentu. Tujuan penggunaan akan membantu mempersempit pilihan dan mencegah pembelian perangkat dengan fitur yang sebenarnya tidak diperlukan.

2. Periksa Fitur Keselamatan

Untuk drone kamera, periksa ketersediaan GPS, fungsi kembali ke titik awal, indikator baterai, peringatan kehilangan sinyal, dan sensor penghindaran rintangan jika tersedia. Tidak semua drone memiliki fitur tersebut, sehingga spesifikasi setiap model harus diperiksa secara terpisah.

Fitur keselamatan bukan pengganti keterampilan pilot. Drone tetap dapat mengalami kecelakaan akibat angin, kesalahan pengoperasian, gangguan sinyal, atau kondisi lingkungan yang tidak sesuai.

3. Perhatikan Baterai dan Suku Cadang

Baterai tambahan dapat memperpanjang sesi latihan, sedangkan baling-baling pengganti membantu ketika komponen mengalami kerusakan. Pastikan suku cadang tersedia dan sesuai dengan model drone yang dipilih.

Drone dengan harga murah belum tentu lebih hemat jika baterai pengganti sulit ditemukan atau dukungan perbaikannya terbatas.

4. Periksa Ketersediaan Aplikasi dan Pembaruan

Beberapa drone bergantung pada aplikasi smartphone untuk pengaturan, tampilan kamera, pembaruan firmware, dan fungsi penerbangan tertentu.

Sebelum membeli, periksa kompatibilitas aplikasi dengan perangkat yang digunakan. Untuk drone bekas, pastikan proses aktivasi, koneksi pengendali, dan fungsi penting lainnya masih dapat dilakukan.

5. Pelajari Aturan Penerbangan

Drone tidak boleh diterbangkan sembarangan hanya karena ukurannya kecil atau memiliki fitur otomatis. Pilot perlu memahami ketentuan penerbangan yang berlaku di Indonesia, termasuk pembatasan ruang udara, keselamatan orang di sekitar, serta aturan tambahan yang mungkin berlaku pada lokasi tertentu.

Hindari menerbangkan drone dekat bandara, kawasan terlarang, kerumunan orang, atau area sensitif tanpa memastikan izin dan ketentuan yang berlaku. Selalu jaga drone dalam kondisi yang dapat dipantau dan kendalikan sesuai kemampuan perangkat.

Tips untuk Pilot Drone Pemula agar Cepat Mahir

Setelah memiliki drone, jangan langsung mencoba manuver sulit atau terbang jauh. Keterampilan menerbangkan drone dibangun melalui latihan yang konsisten dan pemahaman terhadap karakteristik perangkat.

  • Mulai di area terbuka: pilih lokasi yang aman, tidak ramai, dan sesuai dengan ketentuan penerbangan.
  • Kenali kontrol dasar: pahami fungsi setiap stik pengendali sebelum menaikkan drone ke ketinggian.
  • Latih lepas landas dan pendaratan: kuasai prosedur dasar ini sebelum mencoba manuver yang lebih kompleks.
  • Perhatikan cuaca: hindari terbang saat angin terlalu kuat atau kondisi cuaca tidak aman bagi perangkat.
  • Jangan menghabiskan seluruh baterai: sisakan daya yang cukup untuk kembali dan mendarat dengan aman.
  • Pelajari manual resmi: pahami batasan perangkat, prosedur darurat, dan cara pemeliharaannya.
  • Evaluasi hasil penerbangan: periksa rekaman dan catat kesalahan agar sesi latihan berikutnya lebih terarah.

Jika tertarik menjadi pilot drone untuk kebutuhan komersial, lanjutkan dengan mempelajari teknik pengambilan gambar, perencanaan misi, manajemen risiko, serta peraturan yang berlaku untuk jenis operasi yang dilakukan.

FAQ Seputar Merek Drone

Apa merek drone yang paling terkenal?

DJI merupakan salah satu merek drone konsumen yang paling dikenal secara global, khususnya untuk drone kamera. Selain DJI, ada Autel Robotics, Parrot, Potensic, Holy Stone, dan sejumlah produsen lain dengan fokus pasar berbeda.

Apakah drone murah cocok untuk pemula?

Drone murah dapat cocok untuk latihan dasar, terutama jika tujuannya mempelajari arah dan kontrol penerbangan. Namun, kemampuan kamera, kestabilan, daya tahan baterai, dan fitur keselamatannya bisa berbeda jauh dari drone kelas menengah atau profesional.

Apakah semua merek drone bisa digunakan untuk fotografi udara?

Tidak. Sebagian drone dirancang untuk latihan, FPV, pemetaan, pertanian, atau aplikasi industri tertentu. Untuk fotografi udara, pilih model yang memang memiliki kamera sesuai kebutuhan serta sistem stabilisasi yang memadai.

Apakah drone FPV cocok untuk pemula?

Drone FPV dapat dipelajari oleh pemula, tetapi metode pengendaliannya berbeda dari drone kamera biasa. Simulator dan perangkat latihan yang sesuai bisa membantu membangun keterampilan sebelum mencoba penerbangan yang lebih kompleks.

Apa yang lebih penting saat memilih drone, merek atau spesifikasi?

Keduanya penting. Merek dapat memberikan gambaran tentang ekosistem, dukungan produk, dan ketersediaan aksesori, sedangkan spesifikasi menentukan kemampuan perangkat untuk kebutuhan tertentu. Periksa model secara langsung dan jangan hanya mengandalkan nama merek.

Apakah drone profesional cocok dibeli oleh pilot pemula?

Belum tentu. Drone profesional biasanya memiliki fungsi yang dirancang untuk pekerjaan khusus, dengan kebutuhan biaya, pelatihan, dan operasional yang lebih kompleks. Pemula sebaiknya memilih perangkat sesuai tujuan dan kemampuan, kemudian meningkatkan kelas perangkat seiring berkembangnya keterampilan.

Penutup

Mengenal 20 merek drone dapat membantu calon pilot memahami luasnya pilihan di dunia penerbangan tanpa awak. DJI, Autel Robotics, Potensic, dan Holy Stone dapat menjadi titik awal untuk mempelajari pasar drone kamera konsumen. Sementara itu, BetaFPV, iFlight, EMAX, dan GEPRC menarik bagi yang ingin mendalami FPV.

Untuk kebutuhan profesional, merek seperti Parrot, Skydio, Freefly Systems, Wingtra, Quantum Systems, XAG, dan JOUAV memperlihatkan bagaimana drone digunakan dalam industri, pemetaan, sinematografi, hingga pertanian.

Pada akhirnya, merek terbaik bukan selalu yang paling mahal atau paling terkenal. Pilihan yang tepat adalah perangkat yang sesuai dengan tujuan, anggaran, kemampuan pilot, serta dukungan teknis yang tersedia. Mulailah dari kebutuhan paling mendasar, kuasai teknik penerbangan, dan utamakan keselamatan sebelum mengejar hasil gambar atau manuver yang lebih kompleks.